Senin, 24 Desember 2018

Meningkatnya Mining Difficulty Akan Membawa Bitcoin Ke 17.000 Dollar Tahun 2020

Meningkatnya Mining Difficulty Akan Membawa Bitcoin Ke 17.000 Dollar Tahun 2020

‘Prediksi yang tidak lazim’ mengenai peningkatan mining difficulty yang akan membawa harga bitcoin dikisaran harga 17.000 dollar pada tahun 2020 nanti – adakah hubungan yang saling mempengaruhi di antara keduanya.

Hubungan antara Harga dan Difficulty

Salah satu pengguna Twitter dengan username @100trillionUSD kembali membuat prediksi dengan grafik menarik – kali ini ia mengkorelasikan hubungan antara harga dengan mining difficulty bitcoin yang akan terjadi di waktu mendatang.

Grafik diatas memvisualisasikan hubungan antara reward mining bitcoin yang berkurang sebanyak 50 persen dan dampaknya pada harga dari waktu ke waktu. Kali ini fokusnya adalah pada mining difficulty dan harga, karena banyak analis menganggap ada sebuah keterkaitan erat dengan jaringan hash rate.

“Harga Bitcoin mengikuti pergerakan hashrate,” kata Max Keizer awal tahun ini.

Mining tidak diragukan lagi menguntungkan ketika hash ratenya meningkat. Namun, tingkat hash yang tinggi juga menyebabkan mining difficulty Bitcoin meningkat. Ini membuat proses penambangan yang lebih intensif karena akan ada lebih banyak hash power yang diperlukan untuk mencapai hasil yang sama seperti pada tingkat difficulty yang rendah.

Jika hash rate terlalu tinggi dibandingkan dengan harga (seperti yang kita lihat pada tahun ini), penambang yang tidak mendapatkan keuntungan kemungkinan besar akan mematikan operasinya. Mereka akan menjual peralatan mereka atau hanya mematikan rig mereka sampai harga pulih kembali atau difficulty nya mulai turun kembali.

“Berdasarkan hasil jajak pendapat tentang difficulty bitcoin dan hubungan antara harga dengan difficulty bitcoin (lihat rumus di bawah), prediksi yang didapat untuk harga bitcoin pada tahun 2020 adalah: 17.317 dollar,” jelas 100trillionUSD.

Secara keseluruhan, 85 persen responden percaya difficulty akan meningkat 10-100 kali lipat dalam dua tahun ke depan. Sementara itu, hanya 10 persen yang berpikir ini adalah awal dari akhir untuk mining Bitcoin atau yang sering disebut sebagai ‘spiral kematian’.

Sebagian besar responden (59 persen) mengharapkan difficulty untuk terus naik 10x pada akhir tahun 2020. Namun, kelompok lain (27 persen), percaya bahwa kenaikannya bisa setinggi 100X, yang akan membawa harga Bitcoin ke kisaran 28.000 dollar.

Walaupun, ukuran sampel jajak pendapat ini agak kecil hanya dengan lebih dari 250 suara. Namun hal ini dapat menarik kesimpulan, bahwa mining difficulty merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan untuk memprediksi harga BTC dan juga mengevaluasi keadaan jaringan secara keseluruhan.

Gambar sampul dari idxchart

The post Meningkatnya Mining Difficulty Akan Membawa Bitcoin Ke 17.000 Dollar Tahun 2020 appeared first on .

Minggu, 23 Desember 2018

Survei: Hanya 3% Orang Amerika Yang Akan Menggunakan Blockchain Banking

Survei: Hanya 3% Orang Amerika Yang Akan Menggunakan Blockchain Banking

Survei ini dilakukan ke 5.000 pengguna internet Amerika dilakukan dari berbagai kelompok umur.

Foton survei telah melaporkan bahwa hanya 3% orang Amerika yang siap menggunakan produk atau aplikasi Blockchain Banking (perbankan yang berbasis blockchain), jika diberi kesempatan.

34% lainnya mengatakan bahwa mereka akan siap untuk menggunakan Blockchain Banking jika mereka sudah benar-benar siap, namun untuk saat ini mereka belum siap. 63% lainnya merasa tidak senang menggunakan solusi Blockchain Banking menurut survei.

Selain itu ada survei juga yang menunjukkan bahwa saat ini 90% bank Amerika Utara & Eropa sedang mengeksplorasi blockchain, jauh melebihi proyeksi IBM tentang masa depan perbankan blockchain yang dibuat pada 2017 ketika teknologi mulai muncul dalam skala besar di sektor keuangan. Itu menunjukkan bahwa 2019 akan ada perkembangan besar tentang teknologi ini. Perkiraan nilai blockchain akan naik hingga triliunan pada tahun 2030 nanti.

Banyak dari sektor perbankan yang mulai diam dan memperhatikan, bahkan membentuk 5 konsorsium yang dipimpin oleh HSBC dan Standard Chartered, yang mulai menggunakan teknologi ledger terdistribusi (DLT) untuk memproses transaksi keuangan perdagangan secara langsung.

Gambar

The post Survei: Hanya 3% Orang Amerika Yang Akan Menggunakan Blockchain Banking appeared first on .

Analisis Harga Bitcoin Mingguan: BTC Masih Dalam Periode Bullish, Target Uji Harga 5.000 Dollar

Analisis Harga Bitcoin Mingguan: BTC Masih Dalam Periode Bullish, Target Uji Harga 5.000 Dollar

Bitcoin Masih berada di jalur bullish. BTC/USD masih mempunyai peluang besar untuk tetap bullish hingga 4.500 dollar bahkan lebih.

Indikator teknis:

MACD per 4 jam – bergerak ke zona bullish.

RSI per 4 jam – di atas level 60.

Garis Support – 3.770 dollar

Garis Resisten – 4.175 dollar

Minggu-minggu ini harga Bitcoin mengalami kenaikan dan menembus level resistensi 3.770 dollar.

Ada garis segitiga yang terbentuk dengan resistansi di kisaran harga 4080 dollar grafik per 4 jam.

Dorongan pasar saat ini cenderung untuk menembus level resistensi pada harga 4.080 dan 4.150 dollar dan akan menyebabkan reli harga ke 4.500 hingga 5.000 dollar jika pembeli berhasil mendorong rekasi pasar.

Harga bitcoin mengalami pemulihan yang kuat di atas level resistensi 3.200 dollar. BTC/USD terus naik dan menembus level resistensi 3.580 dan 3.770 dollar selama seminggu ini. Titik tertinggi yang sempat dicapai di kisaran 4.175 dollar dan sekarang masih terjadi koreksi harga. Koreksi kenaikan harga hingga mencapai 3,900 dollar dari harga tertingginya yang baru dicapai di 4.175 dollar, dan untuk sementara ini 3.770 dollar bertindak sebagai support yang solid.

Ada segitiga yang terbentuk dengan resistansi di harga 4.080 dollar grafik per 4 jam. Segitiga ini nantinya akan menjadi pola kelanjutan bullish menuju level 4.175 dan 4.300 dollar. Jika level 4.100 dan 4.150 tertembus kemungkinan besar akan terjadi kenaikan harga secara lanjut. Seterusnya jika harga naik hingga menembus level harga 4.175 dollar, harga bisa naik menuju 4.500 atau bahkan bisa mencapai 5.000 dollar per Bitcoinnya.

Grafik dari TredingView

Selama level harga 3.580 dollar tidak tertembus, harga masih memiliki kesempatan untuk terus naik menuju 4.200, 4.500 hingga 5.000 dollar.

Gambar diambil dari satoshiuncle

The post Analisis Harga Bitcoin Mingguan: BTC Masih Dalam Periode Bullish, Target Uji Harga 5.000 Dollar appeared first on .

Sabtu, 22 Desember 2018

Eksekutif Crypto Exchange di Korean UPbit Dituntut Karena Kasus Penipuan

Eksekutif Crypto Exchange di Korean UPbit Dituntut Karena Kasus Penipuan

Para eksekutif UPbit, yang merupakan salah satu bursa pertukaran mata uang digital terbesar di Korea Selatan, secara resmi dituntut oleh jaksa penuntut di negara itu. Menurut laporan dari media besar CoinDesk Korea pada hari Jumat minggu ini, Kantor Jaksa Penuntut Umum distrik Seoul bagian selatan telah mendakwa tiga anggota staf senior, termasuk pendiri Song Chi-Hyung, atas tuduhan penipuan.

Para eksekutif itu dituduh melakukan transaksi penipuan pada bulan September hingga Desember di tahun lalu, menggunakan akun perusahaan yang palsu untuk membuat pesanan palsu senilai 254 triliun won (atau setara dengan $ 226,2 miliar) untuk menaikkan volume perdagangan dan menarik lebih banyak pelanggan ke bursa pertukaran tersebut.

Mereka juga dituduh menjual 11.550 bitcoin kepada pelanggan di bursa tersebut untuk meraup untung sebesar 150 miliar won (atau $ 133,8 juta) melalui transaksi palsu.

Namun, UPbit membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa, “Perusahaan menyediakan likuiditas ke akun perusahaan Perseroan untuk menstabilkan pasar perdagangan pada awal pembukaan layanan. Periode ini dari 24 September 2017 hingga 11 Desember 2017. ”Ia juga menambahkan bahwa akun perusahaan tersebut tidak memiliki fungsi penarikan.

Bursa tersebut juga menyatakan bahwa perusahaan “tidak mendapat manfaat keuntungan” selama proses ini, meskipun mereka mengakui telah melakukan beberapa transaksi lebih awal untuk tujuan pemasaran selama dua bulan. Hal tersebut tidak mempengaruhi pasar, UPbit mengklaim, mereka hanya mengucurkan sekitar 3 persen dari total volume pada saat itu.

Pada bulan Maret lalu, jaksa penuntut umum juga telah menggerebek kantor pusat UPbit di distrik Gangnam-gu, dengan menyita hard disk dan buku-buku akuntingnya. Dalam kasus tersebut Bursa pertukaran diduga melakukan penipuan karena menjual cryptocurrency yang sebenarnya tidak ada kepada pelanggan.

Gambar diambil dari pds.joins.com

The post Eksekutif Crypto Exchange di Korean UPbit Dituntut Karena Kasus Penipuan appeared first on .

Mining Crypto Mengalami Crash Menyebabkan Kinerja Produsen GPU Nvidia Menurut S&P 500 Memburuk

Mining Crypto Mengalami Crash Menyebabkan Kinerja Produsen GPU Nvidia Menurut S&P 500 Memburuk

Penurunan secara signifikan dalam profitabilitas penambangan crypto telah membuat produsen graphics processing unit (GPU) seperti Nvidia yang berbasis di Taiwan mengalami kinerja yang buruk. Pada Q4 2018, perusahaan mengalami penjualan besar-besaran sahamnya, menurunkan harga saham sebesar 54 persen dan menjadikannya sebagai pemain terburuk di S&P 500, menurut laporan CNBC pada 21 Desember.

Dilihat dari tahun 2016 hingga 2018, nilai pasar Nvidia meningkat dari $ 14 miliar menjadi $ 175 miliar yang disebabkan oleh melambungnya permintaan GPU dalam artificial intelligence (AI) serta naiknya tren mining cryptocurrency. Pada akhir Q1 tahun ini mereka melakukan rekap laporan keuntungannya serta melampirkan laporan keuangan yang akan mengalami penurunan pada Q2 tahun ini pada penjualan miner nya.

Nvidia juga memperkirakan penjualan miner crypto yang akan mengalami penurunan secara signifikan di Q3, sementara itu laporan triwulanan pada November juga mengungkapkan bahwa penjualan GPU untuk aplikasi yang terkait dengan blockchain telah menurun drastis hampir tidak ada penjualan sama sekali. CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan bahwa “hasil jangka pendek perusahaan mencerminkan inventaris saluran berlebih pasca boom cryptocurrency, akan diperbaiki.”

Selain penurunan penjualan miner crypto, segmen pusat data Nvidia juga gagal memenuhi harapan Wall Street, meskipun pendapatan mengalami pertumbuhan sebesar 58 persen. Hari ini, saham Nvidia turun sebanyak 4,09 persen, ditutup pada $ 129,57.

Stock chip secara keseluruhan berkinerja buruk pada tahun ini. PHLX Semiconductor Index, yang melacak produsen perangkat keras utama seperti Nvidia dan Advanced Micro Systems (AMD) turun sebanyak 20,37 persen selama tiga bulan terakhir. Harga saham AMD turun sebanyak 45,42 persen dibandingkan periode yang sama.

Hardware miner saat ini sedang mengalami penurunan harga yang sangat signifikan. Graphics processing unit (GPU) Radeon RX580 yang populer di AMD, yang telah banyak digunakan oleh penambang crypto, sekarang dijual dengan harga $ 180, turun sebanyak 67 persen dari harga rata-rata puncaknya kisaran $ 550 pada Februari 2018 lalu.

Penurunan profitabilitas di pasar bearish saat ini telah menyebabkan beberapa miner meninggalkan bisnisnya. Beberapa perusahaan pertambangan di Cina telah menjual perangkat keras lamanya untuk mengurangi kerugian mereka. Menurut laporan media lokal, pendapatan dari kegiatan mining saat ini tidak lagi cukup untuk menutupi biaya listrik dan biaya terkait lainnya.

Gambar Nvidia

The post Mining Crypto Mengalami Crash Menyebabkan Kinerja Produsen GPU Nvidia Menurut S&P 500 Memburuk appeared first on .

Jumat, 21 Desember 2018

Mengapa Pasar Asia Lebih Berdampak Pada Harga Bitcoin Dari Pada Amerika dan Eropa?

Mengapa Pasar Asia Lebih Berdampak Pada Harga Bitcoin Dari Pada Amerika dan Eropa?

Jika kita lihat dari fakta yang ada, keputusan persetujuan SEC terhadap ETF Bitcoin serta cryptocurrency dapat mendorong pasar/market untuk bullish dan hal itu pastinya akan keluar dari Amerika Serikat. Namun, menurut penelitian terbaru menunjukkan bahwa Asia adalah penggerak dominan pada harga Bitcoin dan pasar Cryptocurrency bukan dari barat (Amerika dan Eropa).

Meskipun benar faktanya bahwa kubu barat telah memberikan banyak dominasi atas pasar aset yang mainstream, hal yang sama tidak selalu berlaku untuk Bitcoin dan pasar altcoin.

Menurut Mosaic, sebuah perusahaan data dan penelitian cryptocurrency, perkembangan di Asia memberikan efek yang jauh lebih besar pada pasar mata uang digital ini jika dibandingkan dengan Amerika dan Eropa.

Grafik dari Mosaic.io

Perusahaan riset tersebut mengatakan ada 11 perkembangan berita utama dari Asia mengenai cryptocurrency. Headline ini mempengaruhi pasar dengan rata-rata 18,61 persen.

Kejadian yang paling mengejutkan terjadi pada awal tahun ini ketika CoinMarketCap menghapus data dari bursa Korea Selatan. Menurut Mosaic, peristiwa tunggal ini memberikan efek crash pasar lebih dari 57 persen.

Kemudian pada pertengahan tahun ini ketika harga BTC mengalami kenaikan dari 6.200 menjadi 8.000 dollar, hal ini dipicu oleh berita yang keluar dari Asia. Kabarnya, sebagian warga di China mulai beralih ke Bitcoin sebagai alat penyimpanan nilai karena pemerintah mempercepat devaluasi mata uangnya.

Dominasi di wilayah Asia tidak berhenti disini saja, selain berita positif atau negatif yang dapat mempengaruhi harga BTC, Asia juga mendominasi Mining dan bursa pertukaran cryptocurrency.

Asia mendominasi baik landscape pertambangan atau mining dan bursa pertukaran. Bahkan selain China, di tempat lain seperti Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan merupakan hotspot untuk segala macam platform pertukaran mata uang digital serta bisnis terkait.

Mengapa informasi ini sangat relevan? Nah, terlepas dari kesimpulan volume perdagangan yang ada di setiap bursa tersebut, ada juga pengaruh dari komponen bahasa. Di bursa pertukaran Asia pada umumnya, layanan bursa mereka juga menawarkan pengalaman penggunanya dengan bahasa lokal mereka, hal ini akan memberi kesan pada perdagangan ke penduduk lokal setempat. Ditambah lagi dengan biaya listrik yang relatif lebih murah (terutama Cina) yang masih menjadi pemain dominan dalam industri pertambangan bitcoin.

Awal tahun ini, Arthur Hayes, CEO dari platform BitMex yang berbasis di Hong Kong, mengatakan bahwa perdagangan crypto di Asia mengalami perkembangan yang jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan wilayah Barat.

Gambar airline experience

The post Mengapa Pasar Asia Lebih Berdampak Pada Harga Bitcoin Dari Pada Amerika dan Eropa? appeared first on .

Kamis, 20 Desember 2018

Facebook Kini Sedang Mengembangkan Cryptocurrency Mereka Sendiri

Facebook Kini Sedang Mengembangkan Cryptocurrency Mereka Sendiri

Facebook dilaporkan tengah membuat cryptocurrency untuk pengguna layanan pesan WhatsApp, Menurut laporan dari Bloomberg pada 20 Desember kemarin. Token tersebut nantinya akan digunakan untuk media transfer uang yang dibuat dalam aplikasi, dan akan berfokus pada pengiriman uang di India.

Dikutip dari media Bloomberg, Facebook kini sedang mengembangkan stablecoin. Sumber tersebut juga menyatakan bahwa koin tersebut tidak akan dirilis dalam waktu dekat, karena Facebook masih melakukan uji coba dan menyusun beberapa strategi.

Pasar remitansi India berkembang secara signifikan. Menurut data dari Bank Dunia, negara tersebut menerima hampir $ 69 miliar dolar dari hasil pengiriman uang asing pada tahun 2017, atau 2,8 persen dari PDB negara itu.

WhatsApp merupakan media terkenal di India dan banyak dari para warga India yang memakai layanan WhatsApp, lebih dari 200 juta pengguna di negara India. Jumlah pengguna di pedesaan India meningkat dua kali lipat dari tahun lalu karena biaya data dan biaya internet di wilayah itu menurun.

Sikap Facebook pada cryptocurrency telah berubah secara signifikan selama setahun terakhir. Pada Januari 2018, jaringan media sosial besar tersebut memberlakukan larangan iklan crypto, yang katanya dirancang untuk mencegah “iklan yang mempromosikan produk dan layanan keuangan yang sering dikaitkan dengan praktik promosi yang menyesatkan atau menipu.”

Pada bulan Mei, David Marcus, kepala Messenger aplikasi pesan Facebook, mengumumkan pembentukan tim eksplorasi blockchain di Facebook. Pada saat itu, Marcus juga merupakan anggota dewan di bursa pertukaran crypto yang berbasis di San Francisco dan layanan dompet Coinbase.

Marcus mengatakan bahwa, “Saya sedang menyiapkan sebuah kelompok kecil untuk mengeksplorasi cara memanfaatkan blockchain di Facebook.” Facebook mencabut larangan pada iklan crypto pada akhir Juni, namun masih melarang promosi terkait initial coin offering (ICO).

Mari kita tunggu kabar dari facebook terkait proyek cryptocurrencynya tersebut.

The post Facebook Kini Sedang Mengembangkan Cryptocurrency Mereka Sendiri appeared first on .