Rabu, 06 Februari 2019
Selasa, 05 Februari 2019
Filipina Mengumumkan Peraturan Baru untuk Cryptocurrency
Filipina telah mengumumkan peraturan baru untuk mengatur aset crypto di Negara tersebut. Menurut Otoritas Zona Ekonomi Cagayan (Ceza) lembaga regulator pemerintah Filipina, peraturan baru tersebut akan mencakup area perolehan/akusisi cryptocurrency, termasuk token utilitas dan keamanan. Tujuannya adalah untuk secara efektif mengatur industri crypto dan menjaga kepentingan investor dan mempromosikan inovasi.
Kerangka Kerja Baru Bertujuan untuk Melindungi Investor dan Mempromosikan Inovasi
Negara Filipina telah memperkenalkan seperangkat aturan baru yang mengatur Digital Asset Token Offering (DATO), menurut siaran pers yang diterbitkan oleh Asia Blockchain and Crypto Association (ABACA) pada 4 Februari 2019.
Peraturan baru yang dikeluarkan oleh CEZA dilaporkan dirancang untuk mengatur industri cryptocurrency dan melindungi investor, yang memengaruhi masalah seperti akuisisi aset crypto, termasuk token utilitas dan keamanan. CEZA dengan demikian menjadi regulator utama, sementara ABACA telah ditunjuk sebagai self-regulatory organization (SRO) untuk menegakkan kerangka kerja baru.
Menurut siaran pers dari ABACA, semua DATO harus memiliki dokumen penawaran yang tepat dengan perincian tentang penerbit dan proyek, dan saran serta sertifikasi para ahli. Token harus terdaftar di lisensi Offshore Virtual Currency Exchange (OVCE).
Aturan dibagi menjadi beberapa tingkatan, di mana tingkat satu akan melibatkan investasi dan aset yang tidak lebih dari 70 milyar yang dibuat dalam token digital; tingkat dua mencakup kisaran 83,6 – 139,4 milyar, dan tingkat tiga berkaitan dengan investasi dan aset lebih dari 139,4 milyar (sudah dikonversikan ke rupiah).
“Ini adalah tujuan kami untuk memberikan seperangkat aturan dan pedoman yang jelas yang akan mendorong inovasi dan memastikan kepatuhan yang tepat oleh para pelaku di ekosistem. Ini adalah harapan kami bahwa serangkaian inovasi peraturan ini akan membawa sektor aset digital selangkah lebih dekat ke adopsi dan penerimaan oleh lembaga dan sistem keuangan tradisional.” – kata Administrator dan Kepala Eksekutif CEZA, Raul Lambino.
Sementara itu peraturan terkait ICO di negara tersebut belum siap untuk di terbitkan. Securities and Exchange Commission (PSEC) negara Filipina belum merilis mengenai peraturan ICO di negara tersebut. PSEC mengklaim belum siap untuk mengeluarkan peraturan ICO.
The post Filipina Mengumumkan Peraturan Baru untuk Cryptocurrency appeared first on .
Beberapa Bank UEA dan Arab Saudi Bergabung dengan Proyek Transaksi Lintas Batas Mata Uang Digital
Keberanian enam bank komersial dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang telah bergabung dalam proyek mata uang digital ini sangat menyejukkan dunia cryptocurrency, bagaimana tidak semula bank sangat memerangi crypto dan mata uang digital kini sudah mulai memahami dan bahkan akan menerapkannya pada sistem perbankan. Portal berita keuangan utama Arab Saudi, Argaam melaporkan hal ini pada 5 Februari 2019 kemarin.
Mengacu pada komentar dari bank sentral UEA (UAECB), Agraam mencatat bahwa tujuan proyek ini adalah menggunakan cryptocurrency untuk tujuan transaksi antara Arab Saudi dan UEA.
Berita tentang pengembangan cryptocurrency oleh kedua negara tersebut sebenarnya telah muncul dari bulan Desember 2018 lalu, ketika UAECB dan Otoritas Moneter Arab Saudi (SAMA) telah mengumumkan bahwa negara-negaranya tersebut berniat untuk menggunakan cryptocurrency sebagai transaksi lintas batas.
Berita hari ini menggarisbawahi bahwa enam bank komersial tanpa nama akan bergabung dengan proyek mata uang digital antar bank, yang dijuluki Aber, dengan implementasi yang dijadwalkan selama 12 bulan ke depan.
“Penerbitan resmi mata uang ini tergantung pada hasil dari tahap ‘proof-of-concept’. Selanjutnya Otoritas Moneter Arab Saudi (SAMA) dan UAECB akan memutuskan kelayakan aplikasi praktis mata uang tersebut.”
Arab Saudi dan UEA mengumumkan bahwa kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan cryptocurrency dan memahami pengembangan teknologi blockchain.
The post Beberapa Bank UEA dan Arab Saudi Bergabung dengan Proyek Transaksi Lintas Batas Mata Uang Digital appeared first on .
Token BitTorrent Telah Habis Terjual Dengan Cepat, Siapa Yang Membeli?
Token BitTorrent (BTT) mulai dijual pada minggu ini dan dalam kurun waktu 15 menit sudah terjual habis. Penjualan token tersebut menghasilkan dana sebanyak 97,6 milyar dari para investor yang tertarik dengan proyek ini.
Minggu ini ada peristiwa yang cukup bersejarah di ekosistem file-sharing. Hal ini terjadi pada penjualan token BTT BitTorrent. Hanya dalam beberapa menit saja, platform BitTorrent mampu mengumpulkan dana sebesar 97,6 milyar dari para investor. Hasil yang cukup mengesankan di saat crypto dan ICO mengalami kemunduran.
Jelas ada minat yang besar pada BTT. Token BTT adalah bagian dari BitTorrent dan rencana Tron untuk menambahkan dunia sharing yang “berbayar” ke klien torrent mereka melalui standar baru dan terbuka yang disebut “BitTorrent Speed.”
Tahun ini, pengguna BitTorrent dan uTorrent dapat memperoleh token dengan cara seed atau membelanjakannya untuk mempercepat unduhan. Dengan lebih dari 100 juta pengguna, ini akan menjadi pasar potensial yang sangat besar. Oleh sebab itu, kecil kemungkinan dana sebesar 97,6 milyar yang berhasil dikumpulkan berasal dari pengguna sebenarnya. Sepertinya sebagian besar dana ini diperoleh dari para investor jika dibandingkan para pengguna yang mendukung proyek ini, hal ini dipicu karena investor pada umumnya ingin mendapatkan keuntungan besar dari pasar yang sangat potensial ini.
Kini BitTorrent sangat populer dan banyak orang bahkan media sosial yang memposting mengenai pergerakan harganya.
Kami tidak ingin terlalu banyak berspekulasi mengenai hal ini. Kecepatan BitTorrent memang patut untuk dipuji walaupun tidak sedikit juga yang mengkritik mengenai BitTorrent, untuk saat ini, kami akan mengikuti perkembangan mengenai BitTorrent.
Oleh karena itu, kami sangat tertarik untuk melihat bagaimana “BitTorrent Speed” ini beraksi dan diterima oleh para penggunannya setelah go live. Ada sedikit keraguan bahwa akan ada banyak pengguna torrent yang ingin “dibayar” untuk melakukan seed, namun yang patut kita perhatikan berapa banyak yang akan membayar untuk mempercepat unduhan mereka nanti.
The post Token BitTorrent Telah Habis Terjual Dengan Cepat, Siapa Yang Membeli? appeared first on .
Akhirnya Facebook Membuat Blockchain Pertamanya Dengan Chainspace
Setelah sekian lama Facebook kini sudah mulai bergerak ke blockchain.
Jejaring sosial Facebook diam-diam ternyata merekrut beberapa tim Chainspace, sebuah startup blockchain yang didirikan oleh para peneliti dari University College London. Chainspace sedang membangun sistem “smart contract” yang nantinya dapat memfasilitasi pembayaran dan layanan lainnya melalui teknologi blockchain di Facebook.
Perekrutan tim Chainspace ke dalam proyek Facebook ini merupakan pertanda jelas dari ambisi Facebook untuk menjadi pemain besar di industri blockchain.
Menurut whitepaper Chainspace, yang menguraikan rincian akademis dan teknologi di balik proyek ini, tim ingin membangun “platform ledger yang terdistribusi untuk pemrosesan transaksi yang berintegritas tinggi dan transparan dalam sistem desentralisasi.”
Hal ini berarti bahwa salah satu tujuan Chainspace adalah untuk meningkatkan kecepatan transaksi melalui teknologi blockchain. Para peneliti di balik Chainspace juga melihat bagaimana blockchain dan desentralisasi dapat diterapkan pada area di luar pembayaran, seperti polling.
Empat dari lima peneliti di balik Chainspace bergabung dengan kelompok blockchain Facebook, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini. Dua penulis whitepaper Chainspace, Alberto Sonnino dan George Danezis, sudah mendaftarkan pekerjaan mereka sebagai peneliti blockchain di Facebook.
Situs web Chainspace baru-baru ini memberikan update yang mengatakan bahwa tim di balik startup Chainspace kini sedang mengerjakan sesuatu yang baru, dan menurut sumber – Chainspace akan ditutup sementara karena Facebook telah mempekerjakan sebagian besar karyawannya.
Seorang juru bicara Facebook mengkonfirmasi bahwa perusahaan telah mempekerjakan karyawan dari Chainspace.
“Seperti perusahaan lainnya, Facebook sedang menjajaki cara untuk memanfaatkan kekuatan teknologi blockchain. Tim baru ini sedang mengeksplorasi berbagai aplikasi. Kami belum memiliki hal dan informasi lain untuk dibagikan saat ini.”
Sebelumnya kami juga telah melaporkan bahwa Facebook sedang mengeksplorasi penciptaan cryptocurrency-nya sendiri.
Facebook secara agresif sedang merekrut akademisi, manajer produk, insinyur, dan pakar hukum dengan pengalaman pada cryptocurrency dan teknologi blockchain. Lebih dari 40 orang sudah bekerja di divisi blockchain Facebook saat ini.
The post Akhirnya Facebook Membuat Blockchain Pertamanya Dengan Chainspace appeared first on .
Kraken Mengakuisisi Crypto Facilities Dengan Dana Sekitar 1,4 Triliun Rupiah
Bursa besar Kraken membeli platform perdagangan derivatif cryptocurrency Crypto Facilities Ltd. Untuk melakukan pembelian tersebut, Kraken harus membayar setidaknya 1,4 triliun rupiah. Namun, jumlah tersebut belum pasti dan perusahaan terkait belum memberikan keterangan yang lebih lanjut. Pengumuman ini dibuat oleh Kraken dalam siaran pers baru-baru ini.
Kraken, salah satu platform mata uang digital besar dari U.S baru-baru ini mengumumkan akuisisi nya pada perusahaan Crypto Facilities dari U.K. Platform perdagangan dan penyedia indeks derivatif ini akan memungkinkan Kraken untuk menjadi pemimpin global dalam perdagangan crypto spot dan futures.
Crypto Facilities adalah perusahaan resmi pertama yang menawarkan perdagangan berjangka Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Litecoin (LTC) dan Bitcoin Cash (BCH).
Keputusan untuk membeli perusahaan ini sangat penting bagi perusahaan. Memang, bursa harus menghadapi beberapa tantangan penting tahun ini karena pasar mengalami tren bearish terpanjang yang pernah ada dalam sejarah Bitcoin.
Menurut Powell, Kraken akan dapat menambahkan lebih banyak aset ke platform perdagangannya. Dengan tim yang terdiri lebih dari 100 pengembang, integrasi teknis dengan mata uang virtual lainnya akan dilakukan dengan cara yang lebih mudah. Ketika volume perdagangan turun di sebagian besar bursa di pasaran, menambah aset baru adalah cara untuk meningkatkan dana yang bisa kita dapatkan melalui biaya/fees. Pada saat yang sama, hal ini akan menarik lebih banyak pengguna dan investor.
Dengan adanya pembelian ini, pengguna akan memiliki kemungkinan untuk melakukan perdagangan berjangka nantinya.
Kraken saat ini merupakan bursa cryptocurrency terbesar ke-44 di pasaran dalam hal volume perdagangan. Menurut data yang disediakan oleh CoinMarketCap, Kraken mempunyai volume perdagangan sebanyak 614 milyar rupiah.
The post Kraken Mengakuisisi Crypto Facilities Dengan Dana Sekitar 1,4 Triliun Rupiah appeared first on .