Kamis, 20 Desember 2018

Facebook Kini Sedang Mengembangkan Cryptocurrency Mereka Sendiri

Facebook Kini Sedang Mengembangkan Cryptocurrency Mereka Sendiri

Facebook dilaporkan tengah membuat cryptocurrency untuk pengguna layanan pesan WhatsApp, Menurut laporan dari Bloomberg pada 20 Desember kemarin. Token tersebut nantinya akan digunakan untuk media transfer uang yang dibuat dalam aplikasi, dan akan berfokus pada pengiriman uang di India.

Dikutip dari media Bloomberg, Facebook kini sedang mengembangkan stablecoin. Sumber tersebut juga menyatakan bahwa koin tersebut tidak akan dirilis dalam waktu dekat, karena Facebook masih melakukan uji coba dan menyusun beberapa strategi.

Pasar remitansi India berkembang secara signifikan. Menurut data dari Bank Dunia, negara tersebut menerima hampir $ 69 miliar dolar dari hasil pengiriman uang asing pada tahun 2017, atau 2,8 persen dari PDB negara itu.

WhatsApp merupakan media terkenal di India dan banyak dari para warga India yang memakai layanan WhatsApp, lebih dari 200 juta pengguna di negara India. Jumlah pengguna di pedesaan India meningkat dua kali lipat dari tahun lalu karena biaya data dan biaya internet di wilayah itu menurun.

Sikap Facebook pada cryptocurrency telah berubah secara signifikan selama setahun terakhir. Pada Januari 2018, jaringan media sosial besar tersebut memberlakukan larangan iklan crypto, yang katanya dirancang untuk mencegah “iklan yang mempromosikan produk dan layanan keuangan yang sering dikaitkan dengan praktik promosi yang menyesatkan atau menipu.”

Pada bulan Mei, David Marcus, kepala Messenger aplikasi pesan Facebook, mengumumkan pembentukan tim eksplorasi blockchain di Facebook. Pada saat itu, Marcus juga merupakan anggota dewan di bursa pertukaran crypto yang berbasis di San Francisco dan layanan dompet Coinbase.

Marcus mengatakan bahwa, “Saya sedang menyiapkan sebuah kelompok kecil untuk mengeksplorasi cara memanfaatkan blockchain di Facebook.” Facebook mencabut larangan pada iklan crypto pada akhir Juni, namun masih melarang promosi terkait initial coin offering (ICO).

Mari kita tunggu kabar dari facebook terkait proyek cryptocurrencynya tersebut.

The post Facebook Kini Sedang Mengembangkan Cryptocurrency Mereka Sendiri appeared first on .

Apakah Bitcoin Mampu Naik Sampai 4.500-5.000 Dollar?

Apakah Bitcoin Mampu Naik Sampai 4.500-5.000 Dollar?

Pandangan saat ini:

  • Bitcoin masih kesulitan untuk menembus zona resistensi di kisaran harga 4.430 dollar dalam waktu dekat ini.
  • Jika level resisten tersebut tertembus dengan volume perdagangan yang tinggi maka akan ada reli cepat hingga harga 5.000 dollar.
  • Jika BTC tidak dapat menembus level resisten tersebut maka harga akan kembali jatuh ke kisaran harga 3.924 dollar.
  • Jika harga BTC sampai turun hingga 3.633 dollar bahkan lebih rendah lagi maka kita akan kembali ke zona bearish kembali.

Harga Bitcoin terpantau di kisaran 4.000-4.100 dollar saat ini. Pemulihan harga baru-baru ini memvalidasi perubahan tren bearish ke bullish (jangka pendek) yang terkonfirmasi pada awal minggu ini. Reli pemulihan harga Bitcoin kini masih berlangsung dan masih menghadapi kendala besar menurut grafik teknisnya.

Tertembusnya rintangan psikologis pada 4.000 dollar tampaknya masih berkelanjutan, volume perdagangan selama 24 jam juga telah mengalami kenaikan.

Hal ini memicu, para trader yang memburu harga rendah untuk bergabung dalam pesta pembelian, menciptakan tekanan beli yang lebih jauh lebih besar dan akhirnya mempengaruhi harga. Reli yang sedang terjadi sekarang ini mungkin bisa menyentuh harga 4.400 dollar untuk beberapa waktu kedepan.

Menurut Grafik dibawah ini:

Rata-rata pergerakan eksponensial 50 hari berada di kisaran 4.402 dollar.

4.430 dollar adalah Fibonacci retracement 38,2 persen dari penurunan yang terjadi pada harga tertinggi tanggal 7 November ke harga terendah tangga 15 Desember lalu.

Mengenai RSI pada grafik per jam dan 4 jam-nya  memperlihatkan kondisi overbought.

Mengenai MACD pada grafik per jam, per 4 jam dan per day-nya memperlihatkan bergerak di zona bullish.

Kesimpulannya, BTC memiliki kemungkinan untuk mendekati zona resisten besar $ 4,400- $ 4,430 dan melakukan tes resisten.

Jika pergerakan harganya dapat melewati level resistensi kuat tersebut maka dapat menghasilkan reli cepat dan masuk ke dalam tahap uji tembok psikologis atau resisten psikologis pada 5.000 dollar.

Gambar diambil dari dailypost.in

The post Apakah Bitcoin Mampu Naik Sampai 4.500-5.000 Dollar? appeared first on .

Analisis Harga Bitcoin: BTC Gagal Menembus support Dan Mulai Naik Kembali

Analisis Harga Bitcoin: BTC Gagal Menembus support Dan Mulai Naik Kembali

Harga Bitcoin diperdagangkan di atas $ 3,900 sebelum mengalami koreksi harga. BTC gagal menguji support $ 3.580 dan harganya mulai memantul hingga 4.000 dollar (waktu pers).

Indikator teknis:

MACD per jam – bergerak menuju zona bullish.

RSI per Jam – RSI baru-baru ini bergerak diatas level 50.

Level Support – $ 3,800

Level Resisten – $ 4.000

Dalam sesi analisis sebelumnya, kami membahas kemungkinan pergerakan kenaikan harga bitcoin menuju 4.000 dollar. BTC/USD terus bergerak naik dan menembus level resisten 3.750 dan 3.800. Ada sebuah segitiga yang tertembus dan membentuk candle kenaikan panjang, dengan support baru di kisaran 3.800 dollar. Level Resisten kuat selanjutnya pada harga 4.000 dollar, dan jika level 4.000 ini dapat tertembus maka babak baru kenaikan harga akan segera dimulai.

Jika kita lihat grafik diatas, 3.580 dollar merupakan support besar. Selama tidak ada penurunan hingga di bawah $ 3.580, harga masih cenderung naik. Level 4.000 merupakan resisten kuat, dan jika level ini tertembus maka harga akan bergerak lebih tinggi lagi.

Gambar

The post Analisis Harga Bitcoin: BTC Gagal Menembus support Dan Mulai Naik Kembali appeared first on .

Rabu, 19 Desember 2018

Total Pasokan XMR Akan Habis Tertambang Pada 2022, Tail Emission Adalah Solusi Selanjutnya

Total Pasokan XMR Akan Habis Tertambang Pada 2022, Tail Emission Adalah Solusi Selanjutnya

Market Crypto mengalami siklus bearish tahun ini, tak luput dengan koin privasi Monero (XMR) juga mengalami musim bearish, namun ada rahasia dibalik XMR yang terlihat sangat kuat dengan banyaknya permintaan jika kita lihat dari segi jangka panjangnya atau long-term.

Menurut MoneroBlocks.info, XMR yang telah berhasil ditambang sebanyak 16.644.199 unit dengan total pasokan 18,4 juta XMR diseluruh dunia. Menurut perhitungan tanggal 31 Mei 2022 seluruh pasokan XMR sudah berhasil ditambang semua, dan seluruh pasokan XMR akan mulai beredar diseluruh dunia. Hal ini juga akan menandai awal periode pasokannya yang baru, dikelola pada tingkat 0,3 XMR per menit, yang berarti Monero merupakan sebuah token yang tidak akan pernah kehabisan pasokan. Whitepaper mereka mengacu pada keseluruhan proses ini yang disebut dengan Tail Emission.

Sebagaimana dijelaskan, hingga Tail Emission ini mulai berlaku, hadiah blok Monero akan terus berkurang secara berturut-turut. Hadiah blok saat ini pada blok Monero adalah sekitar 3,44 XMR. Pada tahun 2022 nanti, akan mencapai 0,6 XMR per block, setelah itu akan tetap sama.

Para ahli Monero percaya bahwa Tail Emission ini nantinya dapat membuat blockchain Monero lebih menarik bagi komunitas mining atau penambangan, karena itu akan memberi mereka insentif atau pemasukan yang konstan bahkan setelah mencapai sirkulasi 100%. Selain itu, mereka mempertahankan bahwa insentif yang berkelanjutan akan membuat blockchain Monero lebih aman secara jangka panjangnya.

Favoritisme datang di tengah keterbatasan mekanisme insentif Bitcoin. Saat ini, masalah blockchain desentralisasi terkemuka di dunia memberikan imbalan blok yang lebih tinggi kepada penambangnya untuk menjaga jaringan agar tetap aman dan berjalan. Blok juga cukup terbatas untuk berjalan karena tersandung biaya, yang berarti transaksi dengan biaya tertinggi akan dikerjakan lebih cepat sementara yang dengan biaya rendah dipaksa untuk keluar atau mengalami kendala bahkan tidak diproses.

Yang kita tahu, reward blok Bitcoin memang diprogram untuk turun. Pada 2040, 99,8% dari total pasokan Bitcoin akan tertambang, dan sisanya 0,2% akan tertambang selama 100 tahun ke depan. Jadi, bitcoin harus bergantung pada biaya transaksi on-chain atau kontrak jaminan dominan untuk menjaga keamanannya. Pada saat yang sama, solusi off-chain kemungkinan akan membahayakan rencana bitcoin, karena mereka tidak membutuhkan penambang lagi jika hal tersebut diterapkan.

Bahkan jika solusi off-chain gagal, hanya argumen lho ya, itu bisa menghasilkan blockchain yang aman namun dengan biaya transaksi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pada akhirnya dapat mengurangi utilitas dan adopsi Bitcoin ke tingkat yang signifikan.

Setelah Mei 2022, industri crypto akan memiliki pandangan yang jelas untuk menciptakan solusi bagi proyek-proyek blockchain mereka. Tail Emission digunakan untuk menghindari masalah keamanan rantai/chain, konsep ini sudah melewati proses uji coba dan terbukti baik – Monero bisa menjadi solusi jangka panjang.

Gambar diambil dari oracletimes

The post Total Pasokan XMR Akan Habis Tertambang Pada 2022, Tail Emission Adalah Solusi Selanjutnya appeared first on .

Coinbase Melakukan Listing Koin Baru: Token Berbasis Jaringan Ethereum

Coinbase Melakukan Listing Koin Baru: Token Berbasis Jaringan Ethereum

Selama masa paceklik di market crypto ini, Coinbase secara mengejutkan melakukan banyak listing aset crypto. Dari sekian banyak listing tersebut, Coinbase banyak menerima token berbasis Ethereum.

Pada minggu ini tepatnya hari selasa, ketika market mengalami reli koreksi harga, Coinbase Pro secara mengejutkan mengungkapkan bahwa mereka akan mendaftarkan DAI dan Maker (MKR), dua aset dari proyek AndalDao yang didukung oleh Andreessen Horowitz, Golem (GNT), dan Zilliqa (ZIL). Semua aset tersebut berdiri di atas jaringan Ethereum, Coinbase memasukkan beberapa aset crypto tersebut karena kemudahan implementasi teknis. Listing terbarunya ini terjadi selang beberapa minggu setelah platform tersebut melakukan dukungan untuk Civic (CVC), district0x (DNT), Jaringan Loom (LOOM) dan Decentraland (MANA).

Mulai Selasa, pengguna Pro bisa menyetor DAI, GNT, MKR, dan ZIL ke platform tersebut. Pro bermaksud untuk mempertahankan dukungan untuk aset-aset ini hanya dalam deposito selama minimal 12 jam, memastikan bahwa kecukupan likuiditas untuk aset crypto ditetapkan untuk menghindari debacles pasar. Untuk saat ini, aset yang terdaftar di Pro akan tetap berada di platform perdagangan profesional, dengan dukungan pada platform Coinbase lainnya kemungkinan akan ada dalam beberapa minggu ke depan.

The post Coinbase Melakukan Listing Koin Baru: Token Berbasis Jaringan Ethereum appeared first on .

Selasa, 18 Desember 2018

Erik Finman Mengatakan Bahwa Bitcoin Sedang Menuju Kematian

Erik Finman Mengatakan Bahwa Bitcoin Sedang Menuju Kematian

Bintang crypto muda Erik Finman mengatakan bahwa Bitcoin (BTC) “mungkin memiliki pasar bullish,” namun “secara jangka panjang, BTC menuju kematian,” dalam sebuah wawancara di situs berita keuangan MarketWatch pada 17 Desember.

Finman terkenal dengan investasinya di Bitcoin pada tahun 2011, ketika dia dilaporkan membeli BTC dengan harga $ 12 per koin. Hadiah sebanyak 1.000 dollar dari neneknya ketika dia berada di SMA kini sudah menjadi 4 juta dollar pada tahun ini. Finman semakin terkenal karena berhasil memenangkan taruhannya dengan orang tuanya bahwa jika ia akan menjadi jutawan crypto sebelum usia 18 tahun, dan ia memilih untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dalam wawancaranya tersebut dengan MarketWatch, Finman yang masih remaja mengatakan, “Bitcoin sudah mati, terlalu terfragmentasi, ada banyak pertikaian, saya pikir itu tidak akan bertahan lama.” Dia memberikan perkiraan yang sama suramnya untuk Litecoin (LTC), altcoin yang didirikan oleh Charlie Lee:

“Litecoin telah mati untuk sementara waktu. Ini seperti saat matahari terbenam dan ada periode delapan menit sebelum gelap. Litecoin ada di menit ketujuh. ”

Lebih banyak optimisme beralih ke koin “berbasis proyek” seperti Ethereum (ETH) dan token Zcash (ZEC) yang berorientasi pada anonimitas, Finman secara mengejutkan memberikan komentar positif untuk Bitcoin Cash (BCH) – ia menegaskan atas keyakinannya pada teknologi koin tersebut.

Gambar diambil dari cdn.thetrustedinsight.com

The post Erik Finman Mengatakan Bahwa Bitcoin Sedang Menuju Kematian appeared first on .

Senin, 17 Desember 2018

Analisis Harga Bitcoin: BTC Membentuk Candle Panjang Dan Berhasil Menembus Level Resisten

Analisis Harga Bitcoin: BTC Membentuk Candle Panjang Dan Berhasil Menembus Level Resisten

Harga Bitcoin kini berhasil memberikan tanda-tanda positifnya di atas harga 3.400 dollar. BTC masih mempunyai kesempatan rebound jangka pendek menuju level resisten 3.500. Jika resisten tersebut tertembus rintangan berikutnya ada di level 3.640.

Indikator teknis:

MACD per jam – bergerak di zona bullish.

RSI per Jam – RSI bergerak di atas level 50-60.

Level Support Utama – $ 3,410

Level Resisten – $ 3,500

Harga Bitcoin menemukan support dikisaran harga 3.410 dollar dan masih melanjutkan sesi pemulihannya.

Garis tren bearish besar yang terbentuk dengan resistensi pada $ 3,220 pada grafik per jam sudah tertembus.

Minggu lalu, Bitcoin mengalami penurunan barunya  hingga menuju level terendah tahunan yang baru. Posisi rendah baru terbentuk di harga 3.121 dollar dan membentuk support kuat di 3.120 dollar. Harga kini mulai melakukan koreksi jangka pendeknya dan diperdagangkan di atas level 3.200 dan 3.400 dollar.

Jika kita lihat grafik diatas, harga bitcoin masih melakukan perlawanan untuk terus naik dan bersiap untuk melakukan bullish menuju level resisten 3.500 dollar disusul dengan support kuat di kisaran harga 3.640 dollar. Jika pembeli BTC gagal mendapatkan momentum, kita akan kembali mengalami penurunan harga hingga ke 3.200 dollar bahkan ke 3.120 dollar.

Gambar

The post Analisis Harga Bitcoin: BTC Membentuk Candle Panjang Dan Berhasil Menembus Level Resisten appeared first on .