Senin, 04 Februari 2019

Nvidia berbohong tentang pendapatan cryptocurrency untuk menghindari kehancuran saham

Nvidia berbohong tentang pendapatan cryptocurrency untuk menghindari kehancuran saham

Mereka mungkin menyembunyikan pendapatannya untuk menutupi jumlah permintaan yang terus menyusut

“Kami pikir Nvidia menghasilkan total pendapatan 1,95 miliar dolar yang terkait dengan crypto/blockchain,” kata Analis Pasar Modal Bank Kanada, Mitch Steves. “Hal ini dibandingkan dengan pernyataan perusahaan bahwa mereka hanya menghasilkan sekitar 602 juta dolar selama periode waktu yang sama.”

Nvidia mengalami kemrosotan besar yang disebabkan oleh crash cryptocurrency baru-baru ini, mungkin lebih buruk lagi jika dibandingkan dengan perusahaan lain. Pada bulan November stock mereka turun sebesar 19%, pada bulan Desember anjlok 50%, semua karena kelebihan persediaan Pascal card yang mereka produksi untuk memuaskan para penambang atau miner.

Saat ini stok mereka turun sebanyak 50% jika dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu, penurunan tajam ini adalah insentif kuat untuk Nvidia dalam menutupi fluktuasi besar pada pendapatannya.

Menurut Steves, mengukur laju hash dan menghitung volume Ethereum dan cryptocurrency lainnya yang ditambang dari April 2017 hingga Juli 2018 mengungkapkan bahwa sekitar 2,75 miliar dolar seharusnya dihasilkan dalam penjualan. Nvidia seharusnya menangkap sekitar tiga perempat, dengan AMD mendapatkan sisanya.

Prakiraan pendapatan AMD, yang dirilis Selasa lalu, mendukung gagasan ini. Mereka mengharapkan pendapatan 1,25 miliar dolar, 24% lebih rendah dari tahun lalu pada bulan yang sama. Perkiraan untuk Nvidia adalah 2,7 miliar dolar, tetapi baru-baru ini turun menjadi 2,2 miliar dolar karena masalah harga saham mereka yang terus menurun. Harus diakui, akan mengejutkan melihat Nvidia kehilangan ekspektasi pendapatan pada satu quartal sebanyak 500 juta dolar karena crypto crash.

Steves belum menyiratkan dengan tepat bagaimana Nvidia menutupi pendapatannya tersebut. Yang jelas mereka tidak bisa berbohong kepada para pemegang saham, mungkin saja mereka dapat menyembunyikan pendapatan dengan cepat dengan menyalurkannya ke proyek lain atau meminta pihak ketiga, seperti OEM, membayar papan GPU selama periode yang lebih lama.

Jika Nvidia memang menyembunyikan total pendapatan mereka maka hal itu menjadi pertanda buruk bagi laba di masa depan, karena pasar non-crypto akan jauh lebih kecil daripada yang diyakini saat ini. Tentu saja, ini adalah klaim yang sangat berani, jadi aksi ini bisa menarik perhatian dikemudian hari.

Gambar dari Wikimedia 

The post Nvidia berbohong tentang pendapatan cryptocurrency untuk menghindari kehancuran saham appeared first on .

Pemula Harus Tahu: Apa Itu Cryptocurrency?

Pemula Harus Tahu: Apa Itu Cryptocurrency?

Cryptocurrency merupakan mata uang digital atau mata uang virtual yang dirancang untuk berfungsi sebagai media pertukaran layaknya sebuah uang yang sering kita pakai untuk bertransaksi. Mata uang ini menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan dan memverifikasi transaksi serta untuk mengontrol penciptaan unit baru mata uang crypto tertentu. Pada dasarnya, cryptocurrency adalah entri terbatas dalam database yang tidak bisa berubah kecuali kondisi tertentu telah terpenuhi.

Sejarah Kemunculannya

Ada banyak upaya untuk menciptakan mata uang digital selama teknologi di tahun 90-an mulai booming, sebelum cryptocurrency ini muncul ada sebuah sistem seperti Flooz, Beenz dan DigiCash yang pernah muncul di pasaran namun mengalami kegagalan. Ada banyak faktor yang menyebabkan sistem tersebut mengalami kegagalan, seperti penipuan, masalah keuangan, dan bahkan akibat dari pertikaian antara karyawan perusahaan dan bos mereka.

Kemudian setelah beberapa percobaan mata uang digital yang gagal tersebut, muncullah sebuah sistem dan teknologi baru pada awal 2009, seorang programmer anonim atau sekelompok programmer di bawah nama alias Satoshi Nakamoto memperkenalkan Bitcoin. Satoshi menggambarkan Bitcoin sebagai sistem tunai elektronik peer-to-peer. ’Sistem ini sepenuhnya terdesentralisasi, artinya tidak ada server yang terlibat dan tidak ada otoritas pengendali pusat. Konsep ini sangat mirip dengan jaringan peer-to-peer untuk berbagi file.

Salah satu masalah terpenting yang harus diselesaikan oleh jaringan pembayaran adalah pengeluaran ganda. Ini adalah teknik penipuan yang dapat menghabiskan jumlah dana yang sama untuk kedua kalinya. Solusi tradisionalnya adalah dengan pihak ketiga yang terpercaya – server pusat – yang menyimpan catatan saldo dan transaksi. Namun, metode ini pada dasarnya memerlukan sejumlah otoritas untuk mengendalikan dana Anda dan semua detail privasi Anda.

Dalam jaringan terdesentralisasi seperti Bitcoin, setiap peserta harus melakukan pekerjaan ini. Ini dilakukan melalui Blockchain – sebuah ledger publik (buku publik) dari semua transaksi yang pernah terjadi di dalam jaringan, tersedia untuk semua orang. Oleh sebab itu, semua orang di jaringan dapat melihat saldo di setiap akun.

Setiap transaksi akan memiliki file yang terdiri dari kunci publik pengirim dan penerima (alamat dompet) dan jumlah koin yang ditransfer. Transaksi juga harus ditandatangani oleh pengirim dengan kunci pribadi atau private key mereka. Ini merupakan konsep kriptografi dasar. Kemudian, transaksi akan disiarkan di jaringan, dan memerlukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum dana atau koin yang ditransfer tersebut sampai ke alamat penerima.

Jika transaksi tersebut sudah disiarkan ke dalam jaringan cryptocurrency, hanya penambang yang dapat mengkonfirmasi transaksi dengan memecahkan teka-teki kriptografi. Setelah penambang atau miner mengambil transaksi tersebut, mereka akan menandainya sebagai transaksi yang sah dan menyebarkannya ke seluruh jaringan. Setelah itu, setiap node jaringan akan menambahkannya ke basis datanya. Setelah transaksi di konfirmasi, transaksi menjadi tidak dapat dikembalikan dan penambang akan menerima hadiah ditambah biaya transaksi.

Pada dasarnya, setiap jaringan cryptocurrency didasarkan pada konsensus mutlak dari semua peserta mengenai keabsahan saldo dan transaksi. Jika node jaringan tidak setuju pada satu saldo, sistem pada dasarnya akan rusak. Namun, ada banyak aturan yang dibuat sebelumnya dan diprogram ke dalam jaringan yang akan mencegah hal ini terjadi.

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Dengan Cryptocurrency

Membeli Barang Atau Sesuatu

Dulu, saat pertama kali cryptocurrency ini muncul untuk menemukan sebuah mercant atau pedagang yang mau menerima mata uang crypto memang sangatlah sulit dan bahkan tidak mungkin. Namun belakangan ini situasinya sudah mulai berubah.

Ada banyak pedagang – baik online maupun offline – yang mau menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran. Mulai dari perusahaan retailer online seperti Overstock hingga toko-toko kecil, bar, restoran bahkan lembaga amal. Bitcoin dapat digunakan untuk membayar hotel, penerbangan, perhiasan, aplikasi, aksesoris komputer dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Investasi

Banyak orang percaya bahwa cryptocurrency adalah peluang investasi terkenal saat ini. Memang, ada banyak kisah seseorang mendadak menjadi jutawan melalui investasi Bitcoin. Bitcoin adalah mata uang digital yang paling dikenal hingga saat ini, dan tahun lalu satu BTC dihargai hingga 20.000 Dolar atau setara dengan 280 juta rupiah.

Ethereum, mungkin menjadi cryptocurrency paling bernilai kedua setelah Bitcoin. Sejak Mei 2016, nilainya meningkat setidaknya sebanyak 2.700 persen.

Namun, perlu kita pahami kembali bahwa cryptocurrency merupakan sebuah investasi yang berisiko tinggi. Nilai pasar mereka berfluktuasi tidak seperti nilai aset pada umumnya. Selain itu, di berbagai negara tertentu cryptocurrency belum memiliki payung hukum, ada risiko bahwa cryptocurrency akan dilarang di yurisdiksi negara tertentu dan setiap bursa cryptocurrency memiliki peluang besar untuk diretas para hacker.

Jika Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency, Bitcoin jelas yang masih mendominasi market. Ada banyak pilihan yang saat ini tersedia (Anda bisa cek di coinmarketcap), dengan beberapa koin yang berfokus pada privasi, sebagian juga kurang terbuka dan kurang terdesentralisasi daripada Bitcoin dan beberapa koin lainnya juga hanya langsung menyalin saja.

Sangatlah mudah untuk melakukan pembelian Bitcoin – Ada banyak bursa pertukaran cryptocurrency yang memperdagangkan BTC dan beberapa cryptocurrency tertentu. Di Indonesia sendiri kita bisa melakukan jual beli Bitcoin dan crypto di bursa seperti Indodax, Luno dan Triv. Saat ini juga sudah ada beberapa pengembangan besar yang memungkinkan kita untuk dapat melakukan transaksi di gerai ATM Bitcoin.

Setelah Anda melakukan pembelian mata uang digital, Anda perlu cara untuk menyimpannya. Semua bursa pertukaran seperti Indodax juga menawarkan layanan dompet. Namun, meskipun kelihatannya nyaman dan aman, cara terbaiknya adalah jika Anda dapat menyimpan aset Anda tersebut di dompet offline di hard drive Anda, atau bisa menggunakan dompet perangkat keras seperti Trezor, Ledger, CoolWallet dan lain sebagainya. Ini merupakan cara paling aman untuk menyimpan koin Anda dan memberi Anda kendali penuh atas aset Anda dari pada menyimpannya di bursa pertukaran.

Seperti halnya investasi lainnya, Anda harus memperhatikan nilai pasar cryptocurrency dan berita apa pun yang terkait dengannya. Coinmarketcap adalah solusi satu atap untuk melacak harga, volume, pasokan sirkulasi, dan kapitalisasi pasar dari cryptocurrency yang ada.

Mining Atau Menambang Cryptocurrency

Penambang adalah bagian terpenting dari semua jaringan cryptocurrency, dan seperti halnya trading, Menambang atau Mining adalah investasi. Pada dasarnya, para penambang menyediakan layanan pembukuan untuk komunitas masing-masing. Mereka menyumbangkan kekuatan komputasi mereka untuk memecahkan teka-teki kriptografi yang rumit, yang diperlukan untuk mengonfirmasi transaksi dan mencatatnya dalam ledger publik yang didistribusikan yang disebut dengan Blockchain.

Salah satu hal yang menarik tentang penambangan adalah bahwa kesulitan atau difficulty akan terus meningkat, berkorelasi dengan jumlah orang yang mencoba menyelesaikannya. Jadi, semakin populer suatu cryptocurrency maka semakin banyak orang mencoba untuk menambangnya dan hal ini akan berimbas pada meningkatnya kesulitan proses.

Banyak orang yang  mampu menghasilkan banyak uang dengan melakukan penambangan Bitcoin. Dulu, Anda bisa mendapat untung besar dari menambang Bitcoin hanya dengan menggunakan komputer, atau bahkan laptop. Saat ini, penambangan Bitcoin hanya akan terbilang menguntungkan jika Anda bersedia berinvestasi dalam perangkat keras penambangan kelas industri. Hal ini, tentu saja akan membutuhkan tagihan listrik yang besar belum lagi dengan harga semua peralatan yang diperlukan.

Bagaimana para penambang ini akan mendapatkan untung? Semakin banyak daya komputasi yang mereka punya, semakin banyak peluang yang mereka miliki untuk dapat memecahkan teka-teki kriptografi. Begitu seorang penambang berhasil memecahkan teka-teki tersebut, mereka akan menerima hadiah serta biaya transaksi.

Cryptocurrency kini sanggup menarik minat banyak orang, penambangan akan menjadi lebih sulit dan jumlah koin yang diterima sebagai hadiah juga akan menurun. Misalnya, ketika Bitcoin pertama kali dibuat, hadiah untuk penambangan atau mining yang berhasil adalah 50 BTC. Sekarang, hadiahnya sudah menurun menjadi 12,5 Bitcoin. Hal ini terjadi karena jaringan Bitcoin sudah dirancang sedemikian rupa sehingga hanya akan ada total 21 juta koin yang beredar nantinya.

Pada November 2017 saja, hampir 17 juta Bitcoin telah ditambang dan didistribusikan. Namun, karena hadiah akan berkurang dan terus berkurang, setiap Bitcoin yang ditambang nantinya akan menjadi semakin bernilai secara eksponensial.

Sebagai alat pembayaran (untuk bisnis)

Jika Anda memiliki bisnis dan kebetulan mencari calon pelanggan baru, menerima cryptocurrency sebagai bentuk pembayaran dapat menjadi solusi bagi Anda (itupun juga jika peraturan pemerintah mendukung cryptocurrency sebagai mata uang yang sah sebagai alat pembayaran namun di Indonesia cryptocurrency/mata uang digital belum sah sebagai alat pembayaran atau alat tukar). Minat terhadap cryptocurrency akan semakin meningkat kedepannya. Seiring dengan meningkatnya minat, hal ini juga menumbuhkan jumlah crypto-ATM yang berlokasi di seluruh dunia. Coin ATM Radar saat ini mencantumkan hampir 1.800 ATM yang tersebar di 58 negara.

Di AS, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya telah diakui sebagai mata uang virtual yang dapat dikonversi, yang berarti menerima mereka sebagai bentuk pembayaran persis sama dengan menerima uang tunai, emas atau kartu hadiah.

Legalitas Cryptocurrency

Jika cryptocurrency semakin menjadi arus utama dan terus menjadi pusat perhatian, lembaga penegak hukum, otoritas pajak dan regulator hukum di seluruh dunia berusaha memahami konsep cryptocurrency dan akhirnya peraturan terkait cryptocurrency akan muncul kemungkinan besar cryptocurrency di setiap negara akan menjadi legal.

Dengan diperkenalkannya Bitcoin, cryptocurrency pertama, paradigma yang benar-benar baru telah diciptakan. Mata uang digital yang terdesentralisasi dan mandiri yang tidak ada dalam bentuk atau bentuk fisik nya tidak ada dan tidak dikendalikan oleh entitas tunggal mana pun nantinya harus diatur minimal oleh pemerintah dan hal ini menyebabkan keributan di antara para regulator.

Banyak keprihatinan yang telah dikemukakan mengenai sifat desentralisasi cryptocurrency dan kemampuan cryptocurrency yang digunakan hampir sepenuhnya secara anonim. Pihak berwenang di seluruh dunia khawatir tentang daya tarik cryptocurrency kepada para pedagang barang dan jasa ilegal. Selain itu, mereka khawatir tentang penggunaannya dalam skema pencucian uang dan penggelapan pajak.

Di tahun 2017 saja, Bitcoin dan mata uang digital lainnya dilarang di Bangladesh, Bolivia, Ekuador, Kirgistan, dan Vietnam, dengan China dan Rusia masih mengambang antara melarang cryptocurrency atau tidak. Namun yurisdiksi Negara lain, belum menjadikan penggunaan cryptocurrency ilegal, tetapi hukum dan peraturan dapat bervariasi secara drastis tergantung pada negara.

Di indonesia saja BI (Bank Indonesia) menyatakan bahwa Bitcoin dan mata uang virtual lainnya bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Hal ini sudah diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang sekarang sudah diubah beberapa kali dan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009.

Kemudian menurut Pasal 34 huruf a Peraturan BI 18/2016, Bank Indonesia juga melarang Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran untuk melakukan pemrosesan terhadap seluruh transaksi pembayaran dengan menggunakan mata uang virtual (termasuk Bitcoin).

Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi berupa:

  1. teguran
  2. denda
  3. penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan jasa sistem pembayaran dan/atau
  4. pencabutan izin sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.

Dengan adanya peraturan perundang-undangan tersebut BI meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi Bitcoin di Indonesia.

Namun menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mata uang digital (cryptocurrency), seperti Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, menjadi salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.

Keputusan ini dibuat oleh Bappebti setelah melalui kajian dan pertemuan dengan berbagai instansi, lembaga, dan kementerian dalam menetapkan mata uang digital seperti Bitcoin ini sebagai komoditas. Sesuai dengan amandemen UU Nomor 10 tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, cryptocurrency ditetapkan sebagai komoditi.

Cryptocurrency Yang Paling Populer

Bitcoin – Cryptocurrency yang pertama kali muncul.

Ethereum – Mata uang yang terprogram lengkap yang memungkinkan pengembang dapat membangun berbagai aplikasi dan teknologi terdistribusi di jaringan Ethereum.

Litecoin – Sebuah cryptocurrency yang dibuat dengan tujuan untuk menjadi ‘digital silver’ sebagai turunan Bitcoin yang menjadi ‘digital gold’. Litecoin juga merupakan fork dari Bitcoin, tetapi tidak seperti pendahulunya, ia dapat menghasilkan blok empat kali lebih cepat dan memiliki empat kali lipat dari total suplai koin dengan 84 juta koin.

Ripple – Tidak seperti kebanyakan cryptocurrency, ia tidak menggunakan Blockchain untuk mencapai konsensus seluruh jaringan untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, proses konsensus berulang diterapkan di Ripple, yang membuatnya lebih cepat dari Bitcoin tetapi juga membuatnya rentan terhadap serangan hacker.

Monero – Mata uang digital dengan kemampuan transaksi private dan memiliki komunitas paling aktif, Monero salah satu cryptocurrency yang berfokus pada privasi.

Dan masih banyak lagi jenis cryptocurrency yang memiliki keunggulan masing-masing.

Market Cap Cryptocurrency

Anda bisa melihat secara live mengenai market cap cryptocurrency di Coinmarketcap.

Cara Menyimpan

Tidak seperti kebanyakan mata uang tradisional, cryptocurrency adalah mata uang digital, yang memerlukan penanganan berbeda, terutama mengenai penyimpanannya. Secara teknis, Anda tidak menyimpan unit cryptocurrency Anda; namun yang Anda simpan nantinya adalah kunci pribadi atau private key dari wallet (sebuah dompet penyimpanan cryptocurrency) Anda, private key ini berguna untuk menandatangani transaksi dan private key ini perlu disimpan dengan aman dan jangan diberitahukan ke seseorang.

Ada banyak jenis dompet cryptocurrency sesuai dengan kebutuhan serta layanan yang berbeda pula. Jika prioritas Anda adalah privasi, Anda mungkin bisa memilih paper wallet atau dompet perangkat keras (hardware wallet). Itu adalah cara paling aman untuk menyimpan koin crypto Anda. Ada juga ‘cold’ wallet (offline) yang disimpan di hard drive.

Cara Membeli

Ada banyak opsi berbeda untuk membeli Bitcoin. Anda dapat membeli BTC menggunakan kartu hadiah, kartu kredit dan debit, bursa cryptocurrency seperti Indodax atau Triv, Anda bahkan dapat berdagang secara langsung di bursa tersebut.

Jika menyangkut cryptocurrency lain, crypto yang kurang populer, opsi pembelian juga sangat beragam. Masih ada banyak bursa di mana Anda dapat memperoleh berbagai koin crypto.

Tempat Untuk Mendiskusikan Cryptocurrency

Panduan Lainnya

The post Pemula Harus Tahu: Apa Itu Cryptocurrency? appeared first on .

Minggu, 03 Februari 2019

Lindungi Apple Mac Anda Dari Malware Baru Yang Akan Menguras Cryptocurrency Anda

Lindungi Apple Mac Anda Dari Malware Baru Yang Akan Menguras Cryptocurrency Anda

Sebuah malware baru kini telah ditemukan, malware tersebut diketahui mencuri cookie browser dan informasi lain mengenai komputer Apple Mac korbannya dengan tujuan akhir mencuri cryptocurrency yang dimiliki korbannya.

Laporan mengenai hal ini telah diterbitkan oleh para peneliti dari perusahaan cybersecurity Palo Alto Networks pada hari kamis minggu lalu dengan mengatakan, malware tersebut bernama “CookieMiner”, malware ini mampu menyadap cookie browser yang terkait dengan bursa cryptocurrency dan situs website penyedia layanan dompet cryptocurrency yang dikunjungi oleh para korbannya.

Menurut para peneliti, kode malicious ini menargetkan bursa seperti Binance, Coinbase, Poloniex, Bittrex, Bitstamp dan MyEtherWallet, serta website manapun yang bersangkutan dengan blockchain dalam nama domainnya.

Tidak hanya itu, malware ini juga mencoba untuk mencuri informasi kartu kredit seperti Visa, Mastercard, American Express dan Discover, dan tidak tanggung-tanggung nama pengguna dan kata sandi yang tersimpan di Chrome, pesan tesk di iPhone yang dicadangkan ke iTunes dan kunci dompet crypto juga tidak luput dari incarannya.

Jika sang pencuri ini bisa mendapatkan detail data tersebut, sang peretas dapat memperoleh akses penuh ke akun bursa crypto dan dompet pengguna untuk mencuri dana sang pengguna.

“Pemilik Cryptocurrency harus rajin melakukan check pengaturan keamanan dan aset digital mereka untuk mencegah terjadinya peretasan dan kebocoran informasi,”

Gambar: Ste Smith

The post Lindungi Apple Mac Anda Dari Malware Baru Yang Akan Menguras Cryptocurrency Anda appeared first on .

Jumat, 01 Februari 2019

Pengguna Binance Sekarang Dapat Membeli Cryptocurrency Dengan Kartu Kredit

Pengguna Binance Sekarang Dapat Membeli Cryptocurrency Dengan Kartu Kredit

Diketahui Binance salah satu bursa pertukaran cryptocurrency besar telah membuat kemajuan yang nantinya akan memudahkan para penggunanya dalam membeli cryptocurrency. Bursa tersebut memberi opsi pembayaran menggunakan kartu kredit kepada para pelanggannya.

Pada hari kamis kemarin, bursa tersebut telah bermitra dengan perusahaan pemrosesan pembayaran Simplex untuk memungkinkan pembelian dengan kartu kredit Visa dan MasterCard.

Binance mendukung pembelian kartu kredit untuk beberapa coin, yaitu bitcoin (BTC), ethereum (ETH), litecoin (LTC) dan ripple (XRP).

“Industri crypto masih dalam tahap awal dan sebagian besar uang dunia masih dalam bentuk fiat,” kata CEO Binance, Changpeng Zhao. “Membangun gateway fiat adalah apa yang kita butuhkan sekarang untuk menumbuhkan ekosistem, meningkatkan adopsi dan memperkenalkan crypto kepada lebih banyak pengguna.”

Menurut halaman syarat dan ketentuan Binance, beberapa negara dikecualikan dari layanan ini, termasuk negara Irak, Kuba Afghanistan dan Libya. Di A.S., enam negara bagian juga tidak didukung, New York, Connecticut, Hawaii, Georgia, New Mexico, dan Washington.

Mengenai biaya, Simplex akan mengenakan biaya sebesar 3,5 persen dari transaksi yang ada dengan minimum transaksi 10 dolar (biaya tetap). Batas harian adalah 20.000 dolar per pengguna, sedangkan maksimal bulanan adalah 50.000 dolar per pengguna.

“Pemrosesan pembayaran Simplex tunduk pada kebijakan bank lokal. Beberapa bank penerbit dapat menolak tagihan berdasarkan ketentuan mereka sendiri, terlepas dari apakah pengguna berada di yurisdiksi yang didukung atau tidak.”

Simplex juga bermitra dengan bursa crypto yang berbasis di Singapura KuCoin untuk memungkinkan pedagang dalam membeli bitcoin, ether dan litecoin melalui pembayaran kartu kredit dan debit pada november 2018.

The post Pengguna Binance Sekarang Dapat Membeli Cryptocurrency Dengan Kartu Kredit appeared first on .

Wrapped Bitcoin, Token Dengan Basis Jaringan Ethereum Yang Di Dukung Bitcoin

Wrapped Bitcoin, Token Dengan Basis Jaringan Ethereum Yang Di Dukung Bitcoin

Wrapped Bitcoin (WBTC), token berbasis Ethereum (ETH) yang didukung oleh Bitcoin (BTC), telah diluncurkan pada 31 Januari 2019. Mata uang ini adalah inisiatif bersama perusahaan keamanan blockchain BitGo, protokol likuiditas Jaringan Kyber dan lainnya.

BitGo mengumumkan pengembangan koin yang didukung 1: 1 dengan Bitcoin pada Oktober 2018 lalu. Sebuah pernyataan dari perusahaan kemudian mengatakan bahwa Wrapped Bitcoin akan memberi pengguna “beragam kasus penggunaan baru yang terdesentralisasi termasuk pertukaran desentralisasi (DEXs), untuk stablecoin atau pinjaman, untuk pembayaran dan smart contract yang fleksibel dalam ekosistem Ethereum.”

WBTC adalah token ERC-20, yang merupakan token yang dirancang dan digunakan hanya pada platform Ethereum yang membuat streamline pembuatan token baru. Token ERC-20 menyediakan semacam template tempat pengembang yang dapat membuat token baru, menghindarkan mereka dari pengkodean crypto baru dari bawah ke atas.

Wrapped Bitcoin nantinya dapat memungkinkan aplikasi baru dan penggunaan kasus untuk Bitcoin di jaringan Ethereum. Siaran pers dari jaringan WBTC menyatakan bahwa “Dengan membawa likuiditas Bitcoin ke Ethereum, WBTC juga memungkinkan para pedagang untuk menggunakan nilai Bitcoin untuk perdagangan token pada bursa terdesentralisasi (decentralized exchanges).”

Dalam siaran pers nya tersebut mengatakan bahwa semua smart contract WBTC telah diaudit oleh perusahaan pihak ketiga. Lebih lanjut menyatakan bahwa bukti cadangan menunjukkan rasio 1: 1 dari WBTC yang dicetak dengan BTC dapat diamati secara on-chain.

Data mengenai harga WBTC sekarang tersedia di CoinMarketCap. Koin tersebut diperdagangkan pada 3.504 dolar.

The post Wrapped Bitcoin, Token Dengan Basis Jaringan Ethereum Yang Di Dukung Bitcoin appeared first on .

Kamis, 31 Januari 2019

Start-Up ICO Indonesia Memasuki Pasar Global : PXG-HitBTC, TEN-CoinBene dan VEX-DigiFinex

Start-Up ICO Indonesia Memasuki Pasar Global : PXG-HitBTC, TEN-CoinBene dan VEX-DigiFinex

Perkembangan fintech di Indonesia berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tiap tahun mengamami pertumbuhan secara signifikan, tercatat dalam data statistik OJK perjuni 2018 saja ada 64 perusahaan terdaftar sebagai digital startup. Pertumbuhan ini merupakan hal positif, sebab industri ini dapat meningkatkan kredit Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Indonesia.

Senada dengan petumbuhan cryptocurrency, sebagai alternatif alat pembayaran antar negara juga mengalami pertumbuhan. Berdasarkan laporan ICOBench pertumbuhan ICO startup mencapai $11,3 milyar pada tahun 2018, sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai $10 milyar. Meskipun pertumbuhannya hanya $1 milyar, ini dapat dikatakan sudah cukup bagus sebab industri cryptocurrency menghadapi penurunan pasar.

Perkembangan Startup ICO di Indonesia

Kesuksesan exchanger Indodax di Indonesia membuat para pengembang platform digital memberanikan diri untuk ikut terjun ke cryptocurrency. Sebab nilai investasi pada cryptocurrency memberikan dampak positif bagi pada pengembang teknologi digital.

Melalui Initial Coin Offering (ICO) para pengembang mulai menciptakan platform dan mengumpulkan dana melalui penjualan ICO, adapun ICO yang sukses di Indonesia adalah tokenomy yakni sebuah platform penciptaan crowdfunding berbasis blockchain serta marketplace, PlayGames (PXG) merupakan sebuah platform pembuat permainan (game) yang secara langsung dapat memonetisasi produk permainannya dengan cryptocurrency. Sedangkan Vexanium  merupakan ekosistem pemasaran yang terdesentralisasi yang memanfaatkan vocer hadiah sebagai produknya.

Kesuksesan mereka membawa dampak positif bagi perkembangan ICO startup di Indonesia. Selain penjualan ICO yang sukses, mereka juga berhasil menembus pasar exchange global seperti PlayGames yang masuk exchange HitBTC, tokenomy di market CoinBene dan Vexanium masuk exchange DigiFinex.

PlayGame (PXG) berhasil masuk pada exchanger HitBTC dengan memberikan penawaran menarikan kepada para investor maupun trader dengan membebaskan biaya trading hingga 0%. Penawaran tersebut diharapkan dapat menarik minat para pedagang untuk masuk ke market PXG, sehingga dapat meningkatkan permintaan terhadap token tersebut.

PlayGame memilih Exchanger HitBTC karena market tersebut memiliki banyak token dan coin yang diperdagangkan. Tercatat ada 300 lebih coin dan token yang diperdagangkan pada exchange HitBTC. Selain itu volume perdagangan HitBTC dan sistem keamanan juga menjadi pilihan untuk menjamin token PXG tetap aman.

Adapun tokenomy tercatat pada coinmarketcap telah diperdagangkan pada 5 Exchange, yakni CoinBene, LBank, indodax, idex, dan tokenomy. Sedangkan Vexanium telah diperdagangkan DigiFinex, Tokenomy, IDAX, Sistemkoin, BTC-Alpa, Indodax dan Bitinka.

Kira-kira ICO apa lagi kedepan yang mampu mencapai kesuksesan seperti mereka?

The post Start-Up ICO Indonesia Memasuki Pasar Global : PXG-HitBTC, TEN-CoinBene dan VEX-DigiFinex appeared first on .

Gaza, Palestina: Hamas Sedang Mencari Pendanaan Lewat Bitcoin untuk Memerangi Isolasi Keuangan

Gaza, Palestina: Hamas Sedang Mencari Pendanaan Lewat Bitcoin untuk Memerangi Isolasi Keuangan

Kelompok militan Hamas – otoritas penguasa Jalur Gaza di Palestina – telah meminta para pendukungnya untuk mengirimkan dana menggunakan Bitcoin (BTC). Seruan ini dilakukan melalui saluran resmi Telegram Abu Obeida, juru bicara Brigade Izz ad-Din al-Qassam Hamas, pada 29 Januari 2019 kemarin.

Hamas (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah) – yang secara harfiah “Gerakan Pertahanan Islam”, adalah organisasi Islam Palestina. Hamas terdiri dari badan layanan sosial “Dakwah” dan faksi militan “Izz ad-Din al-Qassam Brigades.”

Banyak yang menganggap Hamas itu adalah teroris oleh beberapa negara dan organisasi internasional seperti Amerika dan Uni Eropa. Namun sebenarnya Hamas adalah salah satu kelompok garda depan pembela Islam dan pembela rakyat Palestina yang kini sedang dijajah oleh Israel. Ada beberapa negara besar yang tidak menganggap Hamas sebagai kelompok teroris seperti negara Rusia, Turki dan Cina.

Dalam pesannya, Abu Obeida menyerukan kepada “semua pecinta perlawanan dan para pendukung tujuan kebenaran kami untuk mendukung perlawanan secara finansial menggunakan mata uang Bitcoin.” Beliau juga menambahkan bahwa mekanisme pendanaan untuk transaksi crypto ini nantinya akan diumumkan dengan segera. Ia melanjutkan:

“Zionis terus memerangi rakyat Palestina dan mencoba memotong segala bentuk dukungan dengan segala cara, tetapi kami para pembela rakyat Palestina di seluruh dunia memerangi upaya Zionis ini dan berusaha untuk menemukan jalan dalam mendapatkan segala bentuk dukungan.”

Hamas telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007, setelah memenangkan konflik militer melawan partai politik nasionalis Palestina yaitu Fatah. Jalur Gaza secara khusus terus menjadi subyek blokade udara dan laut yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir setelah kemenangan Hamas, yang sangat membatasi pergerakan orang-orang hingga barang logistik.

Abu Obeida beralih ke Bitcoin karena putusan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam membekukan dana bantuan Qatar untuk jalur Gaza senilai jutaan dolar – termasuk dana 15 juta dolar per bulan untuk membayar gaji pegawai negeri Hamas – Hal ini dipicu karena ketegangan yang terjadi semakin meluas antara Israel dan Hamas.

Selain blokade Jalur Gaza dan keputusan Pedana Menteri Israel tersebut, Hamas yang dianggap sebagai entitas teroris di banyak negara Barat, mengakibatkan banyak bank global untuk melarang layanan transaksi kepada kelompok tersebut. Hal ini memicu Isolasi keuangan bagi Hamas serta bantuan untuk rakyat Palestina.

Gambar

The post Gaza, Palestina: Hamas Sedang Mencari Pendanaan Lewat Bitcoin untuk Memerangi Isolasi Keuangan appeared first on .