Rabu, 21 Agustus 2019

Polisi Temukan Peralatan Penambangan Kripto Di Area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Polisi Temukan Peralatan Penambangan Kripto Di Area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Badan penegakan hukum dan kontraintelijen Ukraina menemukan sebuah peralatan penambangan kripto di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir.

Menurut laporan media setempat, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) berhasil menyita enam buah GPU video card jenis Radeon RX 470, motherboard, catu daya dan kabel ekstensi, USB dan hard drive, dan unit pendingin yang dipasang di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ukraina Selatan.

Semua peralatan penambangan kripto tersebut terletak dalam satu lokasi saja. Lokasi tepatnya pada sebuah kantor No. 104, di bagian administrasi yang terpisah dari fasilitas listrik, perusahaan Energoatom milik negara.

Pembangkit listrik tersebut terdaftar sebagai proyek rahasia negara dan peralatan komputer dari luar tidak diizinkan untuk memasuki area properti ini.

Pada hari yang sama dan masih di negara Ukraina, seorang satpam menemukan peralatan penambangan kripto tambahan di pabrik nuklir yang sama. Dalam kasus ini, 16 GPU video card, 7 hard drive, 2 solid-state drive, dan router berhasil diamankan.

Mesin penambangan jenis GPU sebenarnya telah ditinggalkan oleh sebagian besar penambang kripto, karena sampai saat ini sudah banyak jenis peralatan penambangan kripto yang jauh lebih bagus dan efisien.

Jenis cryptocurrency yang sedang ditambang di area pabrik nuklir tersebut belum juga di ketahui. Sampai saat ini SBU belum menanggapi berbagai komentar terkait kejadian tersebut.

Gambar dari Getty Images

The post Polisi Temukan Peralatan Penambangan Kripto Di Area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir appeared first on .

Smart Contract Bitcoin Punya Bahasa Baru Yang Di Kenalkan Oleh Pencipta Segwit

Cryptocurrency Baru Yang Tidak Dapat Di Retas Komputer Quantum

Cryptocurrency Baru Yang Tidak Dapat Di Retas Komputer Quantum

Penemu E-cash David Chaum telah meluncurkan sebuah cryptocurrency yang menurutnya tahan terhadap serangan komputer quantum.

Dalam sebuah postingan blog, Chaum mengenalkan sebuah cryptocurrency baru, Praxxis, dengan proses pengembangan selama enam bulan.

Blockchain baru ini bermula dari proyek Elixxir Chaum, yang memulai debutnya pada bulan September tahun lalu, dan dimaksudkan untuk berinteraksi secara erat dengan kerangka kerjanya.

“Protokol konsensus Praxxis secara simultan mengatasi skalabilitas, privasi, dan tantangan keamanan yang dihadapi oleh blockchain yang lama, ‘trilemma’, untuk memberikan ‘versi elektronik cash peer-to-peer’ yang disebut oleh Satoshi dalam beberapa kata pertama dari whitepapernya. Dan mata uang Praxxis juga dirancang untuk memanfaatkan kekuatan platform perlindungan privasi Elixxir,” jelas postingan blog tersebut.

Chaum secara luas diakui sebagai salah satu bapak uang digital.

Fokus pada resistensi quantum atau tahan terhadap serangan komputer quantum muncul dari sebuah debat sebelumnya tentang kerentanan Bitcoin terhadap serangan dari perangkat keras baru atau komputer quantum.

“Sudah pasti jika NSA mempunyai komputer quantum. Google juga memiliki satu di pusat data mereka, dan jika mereka memilikinya, NSA juga pasti memiliki satu yang sepuluh kali lebih baik,” katanya dalam sesi tanya jawab pada bulan Maret tahun itu, dan menambahkan:

“Apakah mereka menggunakannya untuk meretas atau menghancurkan Bitcoin? Jawabannya adalah tidak.”

Chaum meluncurkan Praxxis pada acara formal hari Selasa di acara Web3 Summit di Berlin.

The post Cryptocurrency Baru Yang Tidak Dapat Di Retas Komputer Quantum appeared first on .

Tether Akan Terbitkan Token CNHT – Stablecoin Yang Berpatok Yuan China

Tether Akan Terbitkan Token CNHT – Stablecoin Yang Berpatok Yuan China

Operator Stablecoin, Tether berencana untuk menerbitkan stablecoin yang didukung yuan China – token CNHT menurut ChainNews.

Pemegang saham Bitfinex, Zhao Dong mengatakan ke ChainNews bahwa Tether – operator stablecoin USDT – sedang berencana untuk mengeluarkan sebuah stablecoin yang baru dekat-dekat ini. Stablecoin tersebut akan didukung oleh yuan China yang disimpan di akun offshore di bawah ticker CNHT.

Sampai saat ini pihak Tether belum memberikan konfirmasi atau pernyataan resminya terkait hal tersebut.

Zhao juga mengatakan bahwa platform manajemen aset digitalnya RenrenBit akan menjadi yang pertama yang berinvestasi pada proyek tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa Tether dan bursa cryptocurrency Bitfinex berada dalam hubungan yang saling berdampingan dan mereka memiliki tim manajemen yang sama

Hubungan antara Bitfinex dan Tether menimbulkan banyak kecurigaan setelah kantor Kejaksaan Agung New York mengajukan sebuah keluhan atau komplain terhadap iFinex, Bitfinex dan Tether pada bulan April lalu. Jaksa penuntut menuduh bahwa perusahaan tersebut telah menipu investor New York dengan menutupi kerugian sebesar $ 850 juta pada platform perdagangan Bitfinex.

Bitfinex dan Tether telah menjawab kasus tersebut yang dituduhkan oleh Hakim Joel Cohen, dengan mengatakan bahwa tuduhan itu tidak berdasar.

Gambar dari Shutterstock

The post Tether Akan Terbitkan Token CNHT – Stablecoin Yang Berpatok Yuan China appeared first on .

Banyak Proyek Kripto Scam Yang Menyamar Sebagai Proyek Pemerintah Arab Saudi

Banyak Proyek Kripto Scam Yang Menyamar Sebagai Proyek Pemerintah Arab Saudi

Kementerian Keuangan Arab Saudi peringatkan adanya beberapa proyek kripto scam/palsu menggunakan lambang resmi kerajaan untuk mempromosikan sebuah token, proyek ini berkamuflase sebagai proyek pemerintah Arab Saudi untuk mengelabuhi para investor.

Arab News melaporkan hal tersebut pada hari ini, kementerian Arab Saudi juga telah mengidentifikasi perusahaan tersebut yang berbasis di Singapura dan mempromosikan dua proyek kripto scam (penipuan/palsu), yang dijuluki “CryptoRiyal” dan “SmartRiyal.”

Promotor CryptoRiyal dan SmartRiyal mengklaim bahwa tujuan akhir dari proyek cryptocurrency tersebut adalah untuk membiayai NEOM – sebuah smart city dan pusat pariwisata yang saat ini sedang dibangun di utara Arab Saudi.

Mengutip pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh kementerian, bahwa setiap penggunaan nama Kerajaan, termasuk mata uang fiat nasional atau lambang untuk mata uang kripto akan dikenakan tindakan hukum dari pihak berwenang Arab Saudi.

Mengutip dari Arab News, pakar cryptocurrency Dr. Assad Rizq mengatakan bahwa banyak perusahaan palsu (scam) muncul, tidak memiliki aset dan bahkan menyalin white paper dari proyek lain.

Dr. Rizq menghimbau agar para investor harus melakukan penelitian terlebih dahulu secara menyeluruh sebelum berinvestasi.

The post Banyak Proyek Kripto Scam Yang Menyamar Sebagai Proyek Pemerintah Arab Saudi appeared first on .

Selasa, 20 Agustus 2019

Akankah Demo Warga Hongkong Dapat Mempengaruhi Harga Bitcoin

Karena Masalah Bank Bursa Prixbit Dari Korea Selatan Tutup

Karena Masalah Bank Bursa Prixbit Dari Korea Selatan Tutup

Bursa mata uang digital Prixbit dari Korea Selatan secara resmi ditutup. Menurut postingan di situs website resmi tertanggal 9 Agustus 2019 dan berjudul Prixbitend, bursa tersebut menyatakan akan berhenti beroperasi secara permanen.

“Karena masalah internal dan eksternal yang negatif, manajemen tidak dapat diperbaiki kembali serta ketidak mampuan untuk melakukan operasi secara normal,” kata sang pendiri.

Bursa juga telah bekerja keras untuk mengatasi beberapa kasus peretasan, pencucian uang dan phishing. Mereka juga berjanji akan mengembalikan semua dana simpanan para pelanggannya. Untuk token lain yang masih dalam proses deposit, bursa tersebut memperingatkan kembali kepada para pemilik/pelanggannya untuk segera mendaftarkan diri di form pengembalian dana.

Menurut laporan dari BusinessKorea, kegagalan bursa itu berkaitan dengan “kesulitan keuangan” dan secara garis besar investor khawatir mengenai dana kepemilikan mereka disana. Selain itu bank lokal juga sudah menutup layanannya untuj bertransaksi fiat dengan bursa tersebut, di tambah dengan volume perdagangan yang rendah sebagai faktor tutupnya bursa Prixbit.

Tidak hanya Prixbit yang akan tutup karena masalah dengan bank lokal dan volume perdagangan rendah melainkan 200 bursa Korea lainnya juga terancam bahaya penutupan.

Karena masalah ini banyak koin sekarang yang mencari bursa di luar negeri untuk listing, sementara bursa non-Korea kini berlomba-lomba mencari dan menyediakan layanan dalam mata uang won.

Contoh Mediblock, sebuah proyek blockchain terkait medis, dan Temco, sebuah proyek blockchain supply-chain, pemain lokal dari Korea yang kini mencari bursa untuk listing koin mereka di pasar luar negeri. Mereka berdua sedang melihat Singapura atau AS sebagai tempat bernaungnya nanti.

Gambar dari Shutterstock

The post Karena Masalah Bank Bursa Prixbit Dari Korea Selatan Tutup appeared first on .