Selasa, 19 November 2019

Hacker Tawarkan Hadiah Sebesar 1,4 Miliar Rupiah Dalam BTC Sebagai Bounty Untuk Meretas Halliburton

Hacker Tawarkan Hadiah Sebesar 1,4 Miliar Rupiah Dalam BTC Sebagai Bounty Untuk Meretas Halliburton

Peretas anonim Phineas Fisher akan memberikan hadiah sebesar 1,4 Miliar Rupiah dalam bentuk crypto kepada peretas yang mampu membocorkan beberapa informasi tentang perusahaan besar dunia. Bounty ini disebut “Hacktivist Bug Hunting Program” diterbitkan pada 15 November 2019 dan menargetkan perusahaan-perusahaan besar termasuk vendor spyware Israel NSO Group dan perusahaan minyak Amerika Halliburton.

Program bounty ini mempunyai motif untuk menguak beberapa dokumen untuk kepentingan publik. Perusahaan pertambangan serta peternakan di Amerika Selatan juga dilaporkan menjadi sasaran dari kegiatan tersebut.

Phineas Fisher mengatakan bahwa ia akan membayar sang peretas dalam bentuk cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) atau koin yang berorientasi privasi seperti Monero (XMR).

Phineas Fisher, yang belum pernah teridentifikasi identitasnya yang bisa jadi seorang individu atau kelompok peretas, menyatakan:

“Tujuan peretasan untuk mendapatkan dan membocorkan dokumen-dokumen penting demi kepentingan publik adalah salah satu cara terbaik bagi peretas untuk menggunakan kemampuan mereka untuk memberi manfaat kepada masyarakat […] Saya tidak berusaha membuat siapa pun menjadi kaya. Saya hanya berusaha menyediakan dana yang cukup sehingga peretas dapat hidup layak dan melakukan pekerjaannya dengan baik.”

Sampai saat ini identitas Phineas Fisher tidak pernah dipublikasikan. Pada 2015, Phineas Fisher mengambil alih server Hacking Team, sebuah perusahaan Italia yang menyediakan perangkat lunak peretasan dan pengawasan untuk polisi serta perusahaan, Phineas Fisher meretas server tersebut untuk mengekspos semua rahasia perusahaan dalam file torrent 400-gigabyte yang berisi email, file, dan sumber internal kode. Setelah penyelidikan selesai, pihak berwenang Italia mengatakan bahwa mereka tidak tahu siapa itu Phineas Fisher. (Vice)

The post Hacker Tawarkan Hadiah Sebesar 1,4 Miliar Rupiah Dalam BTC Sebagai Bounty Untuk Meretas Halliburton appeared first on .

Maskapai Penerbangan Milik Negara Jerman Hahn Air Mengeluarkan Tiket Berteknologi Blockchain

Maskapai Penerbangan Milik Negara Jerman Hahn Air Mengeluarkan Tiket Berteknologi Blockchain

Maskapai penerbangan dari negara Jerman yaitu Hahn Air mengklaim dirinya sebagai perusahaan maskapai penerbangan pertama yang mengeluarkan tiket yang berteknologikan blockchain.

Penjualan tiket yang menggunakan teknologi blockchain tersebut berkat kolaborasi dari perusahaan Hahn Air dengan platform desentralisasi untuk industri perjalanan yaitu Winding Tree. Frederick Nowotny, kepala teknik penjualan di Hahn Air, Maksim Izmaylov, pendiri Winding Tree, dan Davide Montali, CIO di Winding Tree, menjadi penumpang pertama yang menggunakan tiket yang dipesan dengan teknologi blockchain.

Nowotny menuturkan tujuan perusahaan adalah untuk “menyelidiki dan memantau peluang yang dimiliki teknologi ini di bidang perjalanan/travel.”

Pesatnya perkembangan blockchain dan kripto di Industri Travel

Sebelumnya Alternative Airlines, sebuah perusahaan travel yang berbasis di Inggris, membuat kerjasama dengan layanan cryptocurrency yaitu Utrust untuk memfasilitasi pembayaran dengan crypto, Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Dash, DigiByte (DGB) dan token UTK.

Lalu disusul oleh startup blockchain Zamna yang berhasil mengumpulkan 5 juta dollar AS untuk mengotomatiskan pemeriksaan keamanan di bandara menggunakan teknologi blockchain dan teknologi biometrik. Zamna mengatakan bahwa International Airlines Group, Emirates Airlines, dan United Arab Emirates General Directorate of Residency and Foreigners Affair sekarang menjadi klien pentingnya.

Disusul oleh pemerintah Australia, dalam upaya mempromosikan bidang pariwisatanya, pemerintah negara bagian provinsi Australia di Queensland mengeluarkan dana hibah bagi startup crypto TravelbyBit sebesar 8,3 juta dollar AS sebagai pendanaan inovasi. Perusahaan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke provinsi tersebut, para wisatawan diharapkan dapat memesan tiket penerbangan dan layanan mereka menggunakan cryptocurrency di masa depan nanti. (hahnair, medium, siliconrepublic, cointelegraph)

Gambar sampul dari SHUTTERSTOCK

The post Maskapai Penerbangan Milik Negara Jerman Hahn Air Mengeluarkan Tiket Berteknologi Blockchain appeared first on .

Senin, 18 November 2019

Opini Analis Dunia: BTC Bisa Turun Ke Wilayah 8.000 Dollar AS Sebelum Harga Naik Pesat

Opini Analis Dunia: BTC Bisa Turun Ke Wilayah 8.000 Dollar AS Sebelum Harga Naik Pesat

Bitcoin sekali lagi harus turun ke level support jangka pendeknya setelah mengalami kenaikan harga Oktober lalu.

Para analis terkenal mengatakan bahwa Bitcoin akan segera menetapkan posisi terendah barunya beberapa hari kedepan sebelum mendapatkan tekanan beli yang cukup untuk naik kembali dan menciptakan bull run.

Bitcoin Gagal Pertahankan Support 8.700 dollar AS

Kenaikan harga yang cukup singkat kemarin sangat cepat berlalu, ketidakmampuan untuk mendorong mata uang kripto untuk naik lebih tinggi ini mungkin menunjukkan kelemahan dasar yang membuat penurunan harga (bear) kripto sekali lagi harus mengambil kendali terhadap tindakan harga jangka pendeknya.

Gagalnya Bitcoin untuk mempertahankan wilayah 8.700 dollar AS membuatnya jatuh lebih dalam lagi, kali ini Bitcoin di perdangangkan di kisaran harga 8.250 dollar AS.

Livercoin, seorang analis cryptocurrency populer di Twitter, menjelaskan bahwa akan ada penurunan jangka pendek lebih lanjut yang akan segera terjadi pada Bitcoin.

Akankah Kenaikan Harga Dimulai Ketika BTC Menyentuh 8.150 Dollar AS?

Mayne seorang analis crypto lainnya, juga memberikan sentimen serupa, ia menjelaskan bahwa Bitcoin akan turun hingga menyentuh 8.150 dollar AS dalam waktu dekat ini sebelum menyentuh wilayah support yang nantinya akan memicu kenaikan harga BTC.

Mari kita saksikan sama sama reaksi Bitcoin kedepannya, apakah level yang di tunjuk oleh para analis tadi akan tersentuh oleh Bitcoin atau Bitcoin akan mulai naik sebelum menyentuh level tersebut? (Coinmarketcap)

The post Opini Analis Dunia: BTC Bisa Turun Ke Wilayah 8.000 Dollar AS Sebelum Harga Naik Pesat appeared first on .

Target Jangka Panjang Bitcoin: Ini Prediksi Harga Bitcoin Menurut Perusahaan Besar Dan Pengusaha Terkenal Dunia

Target Jangka Panjang Bitcoin: Ini Prediksi Harga Bitcoin Menurut Perusahaan Besar Dan Pengusaha Terkenal Dunia

Prediksi harga Bitcoin selalu menjadi topik hangat, terlebih lagi jika prediksi itu dibuat oleh perusahaan kelas berat dan perusahaan besar.

Bitcoin Bisa Capai 150 Ribu Dollar AS Menurut Tom Lee

Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors LLC berpendapat bahwa pasar crypto masih terlalu kecil untuk mendukung exchange traded fund (ETF). Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) bersikeras untuk menolak beberapa proposal peluncuran ETF crypto, namun hal ini sama sekali bukan hal yang buruk bagi pertumbuhan harga Bitcoin menurut Lee.

Lee menuturkan bahwa peluncuran dana besar atau big fund dapat berkisar sekitar 13 miliar dollar AS dari permintaan tahun pertama. Agar Bitcoin dapat mengatasi permintaan seperti ini, ia mengatakan bahwa harga BTC harus berkisar 150.000 dollar AS.

Dalam acara Blockshow di Singapura hari Jumat kemarin, Lee mengatakan;

“SEC perlu menahan ETF sampai crypto benar-benar sudah menjadi besar, namun permintaan untuk ETF sudah sangat besar.”

Dia menuturkan secara lanjut bahwa SEC melakukan pekerjaan dengan baik dengan melindungi individu yang pada dasarnya arus utama yang nantinya akan terlibat dalam crypto.

“Lembaga institusi tidak akan menyentuh crypto jika mereka berpikir SEC tidak melakukan pekerjaan dengan baik,”

Valuasi harga 150.000 dollar AS tidak terlalu tinggi dan masih banyak pihak lain yang berpendapat bahwa harga BTC bisa lebih tinggi lagi dari itu. Pendiri Pantera Capital Dan Morehead contohnya, mereka juga melakukan prediksi harga untuk Bitcoin.

Pada podcast ‘Unchained’ awal tahun ini ia mengatakan bahwa BTC dapat mencapai 42.000 dollar AS di akhir tahun 2019 ini, namun dengan melihat kinerja dan pergerakan harga saat ini nampaknya prediksi tersebut meleset.

Prediksi jangka panjang Morehead mengatakan bahwa BTC mampu mencapai harga 356.000 dollar AS di tahun 2022 nanti.

“Grafik harga Bitcoin secara logaritma, trennya akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 235% secara majemuk … Dan jika Anda hanya meramalkan garis yang keluar untuk satu tahun lagi itu sebesar 122.000 dollar AS per Bitcoinnya dan kemudian satu tahun lagi, 356.000 dollar AS.”

Morehead menambahkan bahwa tingkat transaksi juga akan meningkat sangat pesat ketika jaringan mengalami perkembangan. Ketika ditanya terkait ETF ia mengatakan bahwa ETF masih perlu waktu bertahun-tahun hingga SEC menyetujuinya, sependapat dengan sentimen Lee. (Bloomberg,newsbtc)

The post Target Jangka Panjang Bitcoin: Ini Prediksi Harga Bitcoin Menurut Perusahaan Besar Dan Pengusaha Terkenal Dunia appeared first on .

Apollo Currency Tandatangani MOU Dengan Negara Lesotho sebagai Bagian dari Inisiatif Blockchain

Apollo Currency Tandatangani MOU Dengan Negara Lesotho sebagai Bagian dari Inisiatif Blockchain

Siaran Pers Bitcoin: Platform crypto multi-fungsi Apollo umumkan sebuah MOU dengan negara Lesotho untuk meningkatkan sektor swasta, lapangan kerja, kemiskinan, dan pendidikan.

16 November 2019, SANDTON, Afrika Selatan – Platform cryptocurrency All-in-one Apollo Foundation telah mengumumkan sebuah MOU dengan negara Lesotho untuk mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi blockchain di berbagai departemen dan inisiatif pemerintah. Kementerian Komunikasi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi bertindak atas nama pemerintah Lesotho dalam menandatangani nota kesepakatan dengan foundation Apollo. Tujuan utama inisiatif blockchain Apollo Foundation adalah untuk:

  • Ciptakan kekayaan baru di sektor swasta dengan memanfaatkan solusi Apollo fintech
  • Merancang dan mengimplementasikan sistem pemerintahan baru
  • Mengurangi kejahatan finansial
  • Maksimalkan komersialisasi kekayaan mineral bangsa
  • Memberantas tantangan seperti pengangguran, kemiskinan dan kendala pendidikan

Steve McCullah, direktur pengembangan bisnis Apollo menyatakan:

“Lesotho bekerja untuk menjadi pemimpin dalam teknologi,” “Kami yakin Apollo dapat membantu menyelesaikan misi ini.”

Lesotho adalah negara Afrika Selatan dengan 2,2 juta penduduk dengan sejumlah besar peluang untuk meningkatkan ekonominya, termasuk sektor ekspor-impor, pengiriman uang dari para pekerja, dan penambangan serta perdagangan berlian. Teknologi blockchain Apollo dipandang sebagai solusi utama untuk meningkatkan layanan dan inisiatif pemerintah, mengurangi gesekan pembayaran remitansi lintas-batas, dan memajukan komersialisasi dan perdagangan kekayaan mineral, terutama berlian. Pengeluaran global untuk blockchain akan mencapai $ 12,4 miliar pada tahun 2022.

Untuk update, kunjungi Apollo Foundation:

Mata uang all-in-one Apollo (APL) menggabungkan hampir semua fitur cryptocurrency arus utama ke dalam blockchain tercepat di dunia. Menawarkan fitur dan kemajuan seperti implementasi pertama dari sharding database, penempaan adaptif, atomic swaps, blok dua detik, pesan terenkripsi, pasar terdesentralisasi, pertukaran terdesentralisasi, aplikasi terdesentralisasi, dan penyimpanan file terdesentralisasi, Apollo berdiri sebagai fitur- cryptocurrency kaya di pasar dan salah satu yang paling canggih.

Tentang Apollo Coin

Mata uang utama dari blockchain sudah menunjukkan likuiditas pertumbuhan yang andal dan dapat dibeli di Bitmart dan IDAX. Pendekatan tim adalah singkatan dari pengembangan infrastruktur lengkap yang membuat APL menjadi aset yang baik untuk disimpan dan digunakan segera. Itulah yang terjadi ketika semangat untuk menciptakan dan pendekatan profesional untuk saling bertemu dalam satu tim.

Pelajari lebih lanjut tentang Apollo Coin – https://apollocurrency.com/en/
Temukan Apollo Coin di Facebook – https://www.facebook.com/Apolloprivacycoin
Follow Apollo Coin di Twitter – https://twitter.com/ApolloCurrency
Apollo Coin di Github – http://bit.ly/aplpubgit
Join Apollo Coin di Instagram – https://www.instagram.com/apollocurrency/?hl=en

Detail Kontak Media
Nama Kontak: Tim Vuychik
Kontak Email: General@cryptoagents.pro

Apollo Coin adalah sumber konten ini. Mata uang virtual bukan alat pembayaran yang sah, tidak didukung oleh pemerintah, akun serta saldo nilai tidak tunduk pada badan perlindungan konsumen. Cryptocurrency dan token sangat mudah berubah. Tidak ada jaminan nilai yang stabil. Siaran pers ini hanya untuk tujuan informasi. Informasi tersebut bukan merupakan saran investasi atau tawaran untuk berinvestasi.

The post Apollo Currency Tandatangani MOU Dengan Negara Lesotho sebagai Bagian dari Inisiatif Blockchain appeared first on .

Minggu, 17 November 2019

3 Perkara Yang Di Inginkan Oleh Investor Institusi Sebelum Masuk Ke Ruang Crypto

3 Perkara Yang Di Inginkan Oleh Investor Institusi Sebelum Masuk Ke Ruang Crypto

Selain membahas teknologi blockchain, perkembangan teknologi blockchain serta finansial atau keuangan, investor institusi juga sempat dibahas pada acara BlockShow Asia 2019.

Dalam sebuah panel diskusi yang berjudul “Membuka Penghasilan Pada Aset Cryptocurrency – Mendorong Institusi Untuk Masuk Ke Industri,” sejumlah pemimpin crypto ikut berdiskusi tentang bagaimana membuat teknologi keuangan dapat diakses oleh entitas keuangan arus utama. Para pembicara termasuk Jasper Lee – Managing Director eToro Group Asia; Justin Chow – Kepala Pengembangan Bisnis Asia Cumberland; Saharan Nair – Chief Business Officer CoinSwitch; dan Ben Zhou – salah satu pendiri dan CEO Bybit.

Dimoderatori oleh pendiri DataDash Nicholas Merten, panel diskusi tersebut membahas peran dari investor institusional dalam dunia crypto, dan tantangan yang dihadapi para investor ini saat memasuki ruang crypto.

Justin Chow mengatakan:

“Kustodian, likuiditas, dan peraturan adalah tiga keinginan investor institusi sebelum masuk ke ruang crypto.”

Panelis lain juga setuju bahwa apa yang disebutkan oleh Justin Chow adalah katalisator penting, dan menunjukkan bahwa minat institusional dalam investasi kripto semakin hari juga semakin meningkat.

Poin penting lain dari diskusi tersebut terjadi ketika Merten bertanya kepada panelis negara mana yang melakukan upaya terbaik untuk mengadopsi cryptocurrency. Jasper Lee mengatakan, “Negara mana yang lebih baik benar-benar tergantung pada jenis bisnis apa yang ingin Anda fokuskan. Misalnya, jika Anda berada di ritel, Anda tidak akan pergi ke Hong Kong. Anda mungkin akan mengambil lisensi island.”

Ben Zhou ikut berkomentar: “Dari sudut pandang pertukaran/bursa, kami fokus pada klien ritel. Kami terdaftar di Kepulauan Virgin Britania Raya dan kami memiliki kantor pusat di Singapura – pemerintah Singapura terbuka untuk teknologi crypto dan blockchain. Tapi saya akan senang jika kerangka kerja benar-benar ada di AS, setidaknya tentang cara mendapatkan lisensi yang tepat sehingga kita benar-benar bisa masuk ke pasar. Kami tahu ini pasar yang sangat besar, tetapi kami tidak bisa menyentuhnya.”

Saharan Nair juga ikut berkomentar bahwa regulator harus membuat cryptocurrency mudah untuk digunakan: “Regulasi harus dirancang untuk apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para penggunanya.” (Cointelegraph)

The post 3 Perkara Yang Di Inginkan Oleh Investor Institusi Sebelum Masuk Ke Ruang Crypto appeared first on .

Sabtu, 16 November 2019

aBey Foundation Perkenalkan Kartu Kredit Crypto Dalam Acara BlockShow Asia

aBey Foundation Perkenalkan Kartu Kredit Crypto Dalam Acara BlockShow Asia

Dalam acara BlockShow Asia 2019 pendiri aBey Foundation yaitu Dr. Ciprian Pungila berbicara terkait aPay, sebuah sistem pembayaran yang nantinya dapat digunakan oleh komunitas cryptocurrency untuk melakukan segala pembayaran melalui integrasi dari kartu kredit menggunakan aset crypto yang pengguna miliki.

Pengguna aPay sebelum menggunakan kartu kredit, terlebih dahulu harus melakukan pengiriman cryptocurrency yang mereka miliki ke platform dan mempunyai akses kartu kredit yang dapat beroperasi dengan UnionPay, Mastercard dan Visa. Dengan melakukan hal tersebut pengguna nantinya dapat menggunakan cryptocurrency untuk melakukan pembayaran sehari-hari.

Berdasarkan teknologi blockchain baru dari aBey Foundation, aPay bertujuan untuk menjadi blockchain cepat yang memperkenalkan arsitektur baru dan komputasi berkinerja tinggi yang dapat memberikan transaksi tercepat. “ABey dirancang dan dibangun untuk menjadi salah satu chain open source tercepat dan paling fleksibel di dunia, memberikan solusi praktis untuk kasus penggunaan e-commerce secara umum,” kata Punglia.

Dr. Ciprian Pungila menuturkan bahwa aPay akan mendukung beberapa cryptocurrency yaitu Bitcoin, Bitcoin Cash, Ethereum, Ethereum Classic, Litecoin, Dash, EOS, Ripple, ZCash, dan cryptocurrency asli milik aBey. Dia mengklarifikasi bahwa aPay tidak mengharuskan pedagang untuk menerima cryptocurrency. Mereka hanya perlu menerima pembayaran kartu kredit konvensional, dan aPay secara otomatis akan mengubah pembayaran dari crypto ke fiat.

“Industri teknologi keuangan telah dipengaruhi oleh pengembangan teknologi blockchain, tetapi masih belum banyak kejelasan tentang bagaimana hal itu akan mengubah hidup kita. Sudah pasti bahwa tidak ada jalan untuk kembali, dan oleh karena itu kita harus membangun sebuah aplikasi dan solusi untuk menerima dan mengembangkan perubahan ini.” imbuh Dr. Pungila.

Dr. Pungila membeberkan bahwa blockchain aBey akan mendukung transaksi berkecepatan tinggi yang bisa mengcover kebutuhan e-commerce, transaksi yang dapat dibayarkan kembali (pengembalian pembayaran jika ada kesalahan), pinjaman rumah, pembayaran komisi, dan masih banyak lagi. (Cointelegraph)

Gambar Sampul dari Getty Images

The post aBey Foundation Perkenalkan Kartu Kredit Crypto Dalam Acara BlockShow Asia appeared first on .